JAKARTA, suaramerdeka.com - Anggota Dewan pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Haikal Hassan menegaskan alasan Rizieq belum kembali ke Indonesia ampai saat ini bukan karena Presiden Joko Widodo. Sistem yang ada yang membuat Imam Besar Front Pembela Islam itu masih tinggal di Arab Saudi hingga kini.
"Tidak, saya enggak bilang Jokowi [yang menghambat], sistem di negara ini yang bikin dia [Rizieq] susah pulang," kata kata Haikal, Senin (17/9) malam.
Diungkapkannya, sebenarnya Rizieq ingin pulang ke Indonesia namun terhalang oleh sistem yang berlaku. Haikal Meski tak jelas menyebut sistem tersebut, Haikal menyebut ada 17 kasus rekayasa yang menjegal Rizieq di mana baru dua yang sudah dihentikan atau SP3.
"Beliau ingin kembali ke sini, tapi sistem di sini yang membuat beliau tidak bisa kembali," kata Haikal.
Haikal mempertanyakan kesalahan yang dilakukan Rizieq selama ini. Ia juga menyebut Rizieq taat hukum karena selalu memenuhi panggilan penyidikan.
Ia juga menyoroti kasus yang menimpa Kivlan Zen, Rachmawati Soekarnoputri, Alfian Tanjung dan beberapa tokoh lain.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan untuk membuktikan seseorang bersalah atau tidak adalah pengadilan.