HALO DEPOK - Kelakuan keji Mujahid Indonesia Timur (MIT) bersama pemimpinnya Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Tengah, sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) diharapkan turun tangan. Pasalnya, kelompok MIT yang hanya berjumlah 10 orang sudah menjadi tarzan hutan.
Istilah tarzan hutan ini dipapatkan Ridlwan Habib, pengamat strategi dan intelijen, melalui media sosial Twiiter, @ridlwanjogja pada Minggu, 29 November 2020.
Baca Juga: Madrid vs Alaves 1-2, Kesan Pablo Machin Bawa Alaves Menang di Kandang Real Madrid
Ridlwan mengatakan, kelompok MIT yang berbaiat ke ISIS ini belum bisa ditumpas aparat selama 5 tahun, sejak 2015, karena tidak diburu habis-habisan.
Situasi ini dimanfaatkan MIT untuk merancang teror dan aksi kejinya secara berkala. Setelah aksi mereka lari ke hutan dan menghilang dalam waktu lama.
"Dalam mempertahankan hidup, MIT merampok bahan bahan pangan dari warga di tepi tepi gunung. Lalu sembunyi lagi ke hutan," kata Ridlwan.
"Kejadian Jumat lalu di kecamatan Palolo (membantai 4 anggota keluarga) itu juga berawal dari perampokan beras yang dilawan oleh warga," ia menambahkan.
Baca Juga: Jelang Debat Publik Kedua Pilkada Depok, Pradi-Afifah Bisa Bungkam Idris-Imam