Lurah Cipete Utara Nurcahya menjelaskan pada malam itu ia berpatroli bersama FKDM, PPSU, dan ketua RT untuk mengecek kerumunan masyarakat. Setelah berkeliling di lingkungan Kelurahan Cipete Utara, saat hendak menuju ke kantornya, Nurcahya mendengar ingar-bingar dari Waroeng Brothers.
Nurcahya kemudian mendatangi Waroeng Brothers. Menurut Nurcahya, saat itu dia memanggil pemilik usaha.
"Saya panggil, mencari pemiliknya, tapi karena banyak orang dan suara musik terdengar nyaring, saya tidak langsung bertemu pemiliknya," ujar Nurcahya saat menyegel Waroeng Brothrers sore tadi.
Setelah bertemu dengan sang pemilik, ia sempat menanyakan kenapa masih terjadi kerumunan di tengah kondisi PSBB. Ia pun mengajak pemilik untuk bertemu di kantor tapi ditolak.
"Terus saya sampaikan, 'Oke deh, bicara saja di kantor'. Tapi beliau tidak terima karena sudah malam," terangnya.
Nurcahya pun memutuskan pergi karena merasa khawatir dengan keadaan sekitar tempat usaha tersebut. Namun ia tiba-tiba dikejar hingga dianiaya.
"Saya bilang, 'Ya sudah kalau nggak mau'. Saya yang khawatir memutuskan untuk pergi dari situ. Tapi saya dikejar, dilakukan pemukulan-penganiayaan di jalan raya," tuturnya.
Akibat penyerangan tersebut, Lurah Nurcahya terkena pukulan di bagian wajah. Ia mengalami memar di bagian pipinya.
(mei/mei)