ABU DHABI, KOMPAS.com - Pada Senin (4/2/2019), dunia menyaksikan momen bersejarah bagi ditandatanganinya Deklarasi Abu Dhabi oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Alzhar, Dr Ahmed At-Tayyeb.
Ini kali pertama bagi seorang pemimpin Gereja Katolik Roma menginjakkan kaki di Uni Emirat Arab, negara di Semenanjung Arab.
Sebelum memimpin misa kudus yang dihadiri 150.000 umat Katolik di UEA, Paus Fransiskus menandatangani deklarasi "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidu Berdampingan".
Baca juga: Di Abu Dhabi, Paus dan Imam Besar Al Azhar Tanda Tangani Dokumen Persaudaraan Manusia
Forum tersebut turut dihadiri oleh 400 pemimpin agama, termasuk dari Indonesia.
Dia adalah ulama dan pakar tafsir Al-Quran Quraish Shihab, dalam kapasitasnya sebagai anggota Majelis Hukama’ Al-Islam atau Moslem Elders Councils.
Organisasi tersebut bertujuan untuk menghindarkan kekerasan dalam bentuk apapun, dan mengedepankan dialog serta menegaskan tentang penghormatan terhadap perbedaan pendapat.
View this post on Instagram
EN: God is with those who seek peace. From heaven He blesses every step which, on this path, is accomplished. PT: Deus está com o homem que busca a paz. E do céu abençoa cada passo que se realiza, neste caminho, sobre a terra. ES: Dios está con el hombre que busca la paz. Y desde el cielo bendice cada paso que se da en la tierra por este camino. IT: Dio sta con l’uomo che cerca la pace. E dal cielo benedice ogni passo che, su questa strada, si compie sulla terra. FR: Dieu est avec l’homme qui cherche la paix. Et du ciel il bénit chaque pas qui, en ce sens, s’accomplit sur la terre. DE: Gott ist bei jedem Menschen, der den Frieden sucht. Und vom Himmel aus segnet er jeden Schritt, der hier auf Erden auf diesem Weg gegangen wird. PL: Bóg jest z cz?owiekiem, który d??y do pokoju. I z nieba b?ogos?awi ka?dy krok, który na tej drodze jest podejmowany na ziemi. #apostolicjourney #uae
Quraish juga tak melewatkan sebuah momen istimewa ketika dia bersalaman dengan Paus Fransiskus.
Dalam rilis dari Pusat Studi Al-Quran yang diterima Kompas.com, Rabu (6/2/2019), menyebutkan Quraish juga memberikan ceramah yang berjudul Persaudaraan Manusia: Tantangan dan Kesempatan.
"Agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni,"demikian ceramahnya di hadapan para pemimpin keagamaan.
Quraish menilai, tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan persaudaraan manusia adalah peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin, disertai dengan sifat rakus, egoisme dan mengesampingkan kemanusiaan.
Baca juga: Momen Bersejarah, Paus Fransiskus Gelar Misa Terbuka di Uni Emirat Arab
Di sisi lain, dia optimistis soal kesempatan untuk melaksanakan persaudaraan manusia masih terbuka luas.
Semua itu dapat diwujudkan dengan sejumlah langkah, termasuk hubungan yang baik antara tokoh agama, saling tukar pikiran antarsesama, dan gagasan yang mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan