HAJINEWS.ID,- Islam mengajarkan kehidupan pribadi, keluarga dan bermasyarakat hingga prinsip-prinsip dalam berpolitik negara. Jangan heran jika dalam fikih diatur bagaimana buang air kecil agar tidak meninggalkan najis pada tubuh kita. Jangan kencing berdiri, karena berbahaya.
Badrul Tamam dalam Voice of Islam menjelaskan bahwa Islam menuntun umatnya agar menggunakan adab-adab buang air yang sudah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Tujuannya, supaya mereka menjadi makhluk mulia yang berbeda dengan binatang yang tak memiliki aturan saat buang hajatnya.
Di antara adab tersebut: bersembunyi atau menutup diri dari pandangan orang saat buang air, tidak menghadap ke kiblat atau membelakanginya, tidak buang hajat sambil berbincang-bincang, buang hajat tidak dengan berdiri agar lebih aman dari cipratan najis dan tidak terlihat auratnya oleh manusia, dan adab-adab lainnya.
Berkaitan dengan posisi saat buang air kecil, maka sambil duduk adalah lebih utama. Walaupun dengan berdiri bukan berarti haram mutlak, walau ada sebagian ulama yang memakruhkannya dengan makruh tanzih. Sebabnya, Nabi biasa buang air kecil dengan duduk dan pernah sesekali beliau buang air dengan bediri untuk menjelaskan bolehnya. Sehingga ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha tidak mengetahui dari posisi buang air kecil Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kecuali dengan duduk. Beliau Radhiyallahu ‘Anha menyampaikan,
مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُوْلُ قَائِماً، فَلَا تُصَدِّقْهُ، مَا كَانَ النَّبِيُّ يَبُوْلُ إِلَّا قَاعِداً
“Siapa yang menyampaikan kepadamu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam buang air kecil sambil berdiri maka janganlah percaya kepadanya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah buang air kecil kecuali dengan duduk.” (HR. Al-Nasai, no. 3227, Abu Dawud, no. 2050)
Ini kesaksian Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu yang ia lihat dari posisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat buang air kecil dalam rumahnya. Ini tidak menafikan posisi buang air kecil beliau yang sambil berdiri. Juga tidak menunjukkan larangannya secara total. Karena ada keterangan dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu yang mengatakan,
لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ لَقَدْ أَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا
“Sungguh aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau beliau berkata Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mendatangi tempat pembuangan sampah milik suatu kaum lalu beliau buang air sambil berdiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
. . . Nabi biasa buang air kecil dengan duduk dan pernah sesekali beliau buang air dengan bediri untuk menjelaskan bolehnya. . .
Imam Nawawi menjelaskan dalam syarahnya terhadap Shahih Muslim, bahwa hadits-hadits yang menyebutkan larangan buang air kecil sambil berdiri adalah lemah, kecuali hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan ahlus Sunan, bahwa beliau berkata: “Siapa yang menyampaikan kepada kalian bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam buang air kecil sambil berdiri maka jangan kalian mempercayainya.” Hadits ini dijawab, hadits yang menetapkan didahulukan atas yang menafikan. Dan bahawa ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menceritakan apa yang dilihatnya di dalam rumahnya dan tidak menunjukkan larangan secara umum.
Kesimpulannya, buang air sambil berdiri dibolehkan dengan syarat benar-benar aman dari terciprat air kencingnya, aman dari pandangan manusia, dan dalam kondisi mendesak untuk berdiri. Alasan terakhir ini yang disebutkan oleh Imam Abu Abdillah al-Marwazi dan Al-Qadhi Iyadh (dalam Syarah Nawawi atas Shahih Muslim), bahwa subathah (tempat pembuangan sampah) adalah tinggi.
Manfaat Kencing Jongkok
Berikut ini adalah manfaat kencing sambil duduk atau jongkok menurut ilmu kesehatan.
1. Mengurangi risiko kanker prostat
Bila melakukan posisi buang air kecil yang baik untuk pria, kandung kemih akan tertekan dan memicu keluarnya seluruh urin dari tubuh tanpa sisa. Kandung kemih yang kosong dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.
Untuk mengosongkan kandung kemih, saat buang air seni usahakan batuk-batuk kecil supaya kandung kemih lebih tertekan dan urin bisa keluar semua.
2. Membuang gas
Biasanya saat buang air seni dengan posisi jongkok sering disertai dengan buang gas, dengan begitu Anda telah membuang metabolisme tubuh berupa air dan gas. Kondisi ini sangat jarang terjadi bila Anda kencing dengan posisi berdiri.
3. Mengurangi ririko batu kandung kemih
Buang air kecil dengan posisi berdiri tidak akan menekan kandung kemih sehingga masih ada urine yang tertinggal dalam tubuh. Hal ini tentu saja dapat meinmbulkan berbagai macam penyakit akibat masih tertinggalnya sisa metabolisme tubuh. Makin banyak urine yang tersimpan dalama tubuh maka makin meningkat pula risiko terkena batu kandung kemih. Sebaliknya, bila kencing dengan posisi jongkok dapat mengurangi risiko batu kandung kemih.
Wallahu Ta’ala A’lam. (VOI/fur).