Dilansir AFP, Selasa (12/11/2021) sudah ada 6.200 pasukan yang ditempatkan di Washington, dan total 10.000 personel direncanakan pada akhir pekan mendatang. Hal ini disampaikan oleh Jenderal Daniel Hokanson, kepala Biro Pengawal Nasional Departemen Pertahanan.
Dia menambahkan, 5.000 personel lainnya dapat dikerahkan pada hari pelantikan.
Mereka akan dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara dan senjata. Tetapi sejauh ini mereka belum diizinkan mempersenjatai diri saat berada di jalan-jalan ibu kota AS.
Saat ini misi mereka adalah mendukung polisi setempat dalam komunikasi, logistik, dan keamanan.
(rdp/ita)