Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 14:18 WIB
Ahmad Syafi'i Maarif berharap Abu Bakar Ba'asyir bersedia menyatakan setia pada Pancasila dan NKRI. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif berharap narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir berlapang dada mengakui Pancasila sebagai ideologi NKRI.
"Saya berharap Pak Ba'asyir agak berlapang dada lah. Dia warga negara kita jadi harus tunduk pada konstitusi dong," kata Syafi'iyang karib disapa Buya di Yogyakarta, Jumat (25/1).
Menurut Buya penolakan Ba'asyirmenandatangani surat pernyataan setia kepada Pancasila membuat situasi serba dilematis karena menjadi kendala pemerintah untuk membebaskan dirinya dari penjara.
Buya pun mengaku khawatir apabila Ba'asyirmeninggal di penjara mengingat usianya sangat tua, akan memicu kemarahan dari para pengikutnya.
Lihat juga: Rommy: Drama Pembebasan Ba'asyir Menguntungkan Jokowi
"Saya tidak tahu bagaimana penyelesaiannya ini, tetapi harus ada solusi sebab yang ditakutkan umpamanya dia meninggal di penjara nanti pengikutnya ngamuk. Itu yang saya khawatirkan," kata dia.
Menurut Syafi'i, sikap penolakan terhadap Pancasila telah ditunjukkan Ba'asyir sejak tahun 1980-an. Hal itu, menurut dia, didasari keengganan Ba'asyir menerima pendapat selain yang ia percayai.
"Dia merasa benar sendiri," katanya.
"Sebenarnya semestinya di negara Pancasila sebagai warga negara yang sadar dia harus terima dong, apa keberatannya mengakui Pancasila," kata Syafi'i yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.
Lihat juga: Istana Jawab TPM soal Tak Diajukannya Ikrar NKRI ke Ba'asyir
Kabar pembebasan Ba'asyir muncul pertama kali dari penasihat hukum Presiden Jokowi,Yusril Ihza Mahendra.
Keputusan tersebut mendapat reaksi kontra dari sejumlah kalangan karena dikhawatirkan Ba'asyir masih memiliki efek di kalangan yang se-ideologi dengan dia.
Belakangan Presiden Jokowimengatakan setia kepada Pancasila danNKRIsyarat prinsip yang harus dipenuhi oleh Ba'asyiragar bisa bebas dari penjara Lapas Gunung Sindur. (wis/wis)
Lihat juga: Yusril: Saya Diperintah Presiden, Bukan Pengacara Ba'asyir
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Peneliti Militer Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Haripin menilai pemesanan senjata untuk Komcad mesti dibarengi dengan sejumlah perbaikan.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER