Industri ini adalah bisnis besar yang bernilai 38 miliar Pound (Rp652 triliun) hingga tahun 2020.
Tentu tidak sekedar mainan namun diperkenalkan dengan AI dan robot yang bernilai 10.000 pound per potong (Rp171 juta).
Dengan kemajuan teknologi, dan metode pembuatan boneka untuk pembeli dapat diatur sesuai dengan keinginan yang sangat spesifik.
Sampai detailnya, perusahaan juga memungkinkan menambah bintik-bintik, bekas luka atau tanda lahir apapun yang membuatnya terlihat hidup.
Bagi perusahaan yang berbasis di AS itu, banyak orang memiliki tipikal masing-masing soal keinginannya membeli boneka fantasi.
Semuanya tergantung dengan keinginan dan tipikal masing-masing.
Baca: Satu Jemaah Haji Belum Pulang ke Pangkalan Kerinci, Dirawat di RS Batam Setelah Mengeluh Sakit
Baca: Harga Sweater Putih Simpel Ini 39 Juta, Lihat Busana Syahrini yang Tak Biasa Ini, Padanan Sesuai!
Berbicara kepada Ladbible, Bryan mengatakan, "Tidak mengherankan, sebagian besar basis pelanggan kami adalah pria lajang antara 25-55.
"Namun mereka juga telah didekati wanita meski tetap ingin memiliki boneka fantasi," katanya.
"Ini adalah cara bagus untuk menambahkan pihak ketika di kamarmu tanpa ada komplikasi emosional, karena bukan manusia," tambahnya.
Sejauh ini, prodeuksi tersebut menjelaskan bahwa selera pembelinya bergantung pada obyek apa yang mereka lihat, seperti artis, orang terdekat atau siapapun yang ingin digunakan berfantasi.(*)
Boneka Fantasi Diminati Pria Lajang, Ada yang Minta Dibuat Mirip Artis, Alasannya untuk Ini