Kondisi geografis Jakarta saat ini melengkung dengan beban pertumbuhan yang cepat dan pembangunan infrastruktur. Menurut perkiraan pakar, kota ini ambles hingga 25 sentimeter per tahun dan perlahan ditelan oleh naiknya permukaan laut.
Jakarta—rumah bagi 34 juta orang—sudah kelebihan penduduk dan, sebagian, secara harfiah memberi jalan untuk tenggelam karena menanggung beban pembangunan yang berlebihan.
Tetapi penyebab utama dari tenggelam wilayah Jakarta nanti adalah bahwa 60 persen penduduk dan bisnis yang mengambil air langsung dari tanah.
Baca Juga:
"Ini bencana," kata Profesor Heri Andreas, pakar penurunan tanah dari Institut Teknologi Bandung. "Jika kita mengambil air tanah, tanah menjadi padat, jadi yang di atas menjadi lebih rendah dan lebih rendah," ujarnya.
"Beberapa bagian di Jakarta sudah tenggelam sekitar empat meter sekarang dan di masa depan mungkin kita dapat mendapati dua atau tiga meter lagi," paparnya, dikutip media Australia, 9news.com.au, Sabtu (20/7/2019).
Di kelurahan Kapuk Teko, anak-anak bersenang-senang di atas rakit rias daripada taman bermain. Kuburan telah menghilang dan rumah-rumah ditopang panggung untuk bersaing dengan dua meter air.
Seorang warga setempat, Bang Jiih, mengatakan selama banjir— yang lebih sering dan parah dari sebelumnya—keluarganya dipaksa naik ke lantai dua, tetapi banyak warga setempat tidak memilikinya.