Mantan juara Kelas Berat itu menjual daun ganja sejak 2016 melalui label Tyson Holistic-nya yang sama kuatnya dengan salah satu produk unggulannya.Tyson yang berusia 54 tahun, diyakini menghasilkan sekitar Rp9,5 miliar per bulan melalui bisnisnya yang menawarkan strain ganja premium, makanan yang dapat dimakan dan ekstraknya.
Baca Juga: Gagal Balas Kekalahan Memalukan, Josh Warrington Pensiun
Iron Mike juga membangun resor liburan bertema rumput seluas 169.1586 hektare yang dia harap akan menjadi rumah bagi festival musik untuk menyaingi Coachella, serta sungai terpanjang di dunia. Dan selain hotel mewah dan iming-iming tenda 'glamping', akan ada Universitas Tyson yang bertujuan untuk mengajarkan tips budidaya ganja kepada para petani.
Baca Juga:
Setelah bertahun-tahun menyalahgunakan narkoba dengan obat-obatan termasuk kokain, Tyson yang comeback ke ring tinju melawan Roy Jones Jr pada November lalu, menemukan kenyamanan dalam ganja yang legal di California, Amerika Serikat.
Tyson mengakui jika mengkonsumsi rokok ganja membuatnya menjadi orang yang jauh lebih tenang. Itu mendorongnya untuk bermitra dengan pengusaha Rob Hickman empat tahun lalu, yang menunjukkan betapa besar perbedaan arti ganja pada kehidupan mantan petinju itu. "Itu mengubah hidupnya," katanya pada GQ. "Dia orang yang sempurna."