Oleh: Prima Prabowo/Anisa Tri K
Indonesiainside.id, Jakarta – Presiden ke-3 RI, BJ Habibie yang baru saja wafat di RSPAD Jakarta hari ini pada pukul 18.08 WIB adalah sosok pengembang teknologi pesawat yang hasil temuannya sangat penting untuk dunia penerbangan. Pria kelahiran 25 Juni 1936 ini menemukan crack propagation point atau letak titik awal retakan pada pesawat.
Temuannya ini menjadi solusi mengenai masalah panjang yang dapat ditimbulkan oleh retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat mengalami guncangan selama take off dan landing.
Habibie melakukan perhitungan detil bahkan perhitungannya sampai tingkat atom-atom pesawat terbang. Ini adalah penemuan yang sangat besar di dunia penerbangan.
Crack progression theory adalah teori yang digunakan untuk memprediksi titik mula retakan pada sayap pesawat terbang. Seperti dikutip di saintif.com, pada teori ini, BJ Habibie berhasil melakukan perumusan yang sangat mendetail, sehingga perhitungannya dapat presisi sampai tingkat atom.
Sayap sebagai struktur penyangga pesawat selalu manahan tekanan yang sangat besar dan terus-menerus/continious saat pesawat beroperasi, terutama ketika pesawat take off , landing serta saat mengalami turbulensi.
Masalahnya, pengguna maupun pabrik di bidang penerbangan sebelumnya tidak pernah tahu apakah terdapat kerusakan pada struktur dalam pesawat atau tidak. Dan ternyata material struktur dalam pesawat juga bisa mengalami kelelahan. Kelelahan material ini biasa disebut fatigue.
Kelelahan (fatigue) dari bahan ini masih sangat sulit dideteksi dengan keterbatasan alat pada zaman itu. Akibatnya, pada awal tahun 1960-an kecelakaan pesawat sangat sering terjadi.
Kelelahan pada pesawat biasanya terjadi pada bagian penghubung sayap dan body utama pesawat terbang atau pada penghubung sayap dan mesin. Karena kedua bagian itu terus-menerus mengalami guncangan dan getaran selama take off dan landing.
Dari kelelahan inilah menjadi awal terjadinya retakan (crack). Saat itu para peneliti di seluruh dunia sempat mengalami kebuntuan, BJ Habibie datang dengan teorinya, Theory Crack Progression atau disebut dengan “Theory of Habibie”. Sebuah teori yang berjasa dalam meningkatkan keamanan penerbangan di seluruh dunia dan terus diterapkan hingga kini dan nanti, sebuah penemuan yang sangat besar di dunia penerbangan. BJ Habibie akhirnya mendapat julukan “Mr. Crack”. (PS)