KABARPAPUA.CO, Sorong- Sebagai daerah penghasil minyak, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat menjadi salah satu wilayah penghasil migas terbesar, bersanding dengan daerah penghasil migas lainnya di Indonesia.
Sayangnya, menilai eksplorasi dan eksploitasi migas di Sorong tidak dibarengi dengan pembangunan, bagi masyarakat setempat. Misalnya saja fasilitas jalan bagi masyarakat yang mendiami wilayah Sele, seputaran perusahaan hingga saat ini belum di aspal atau hotmix.
Tokoh intelektual Papua Barat, Julian Kelly Kambu menyebutkan daerah Sele pernah mengharumkan Indonesia dengan produksi minyak 100.000 barel/ perhari. Tetapi saat ini sudah mengalami penurunan, akibat eksploitasi terus menerus dari generasi.
Sudah seharusnya, masyarakat di sekitar perusahaan mendapatkan dampak positif dari aktivitas perusahan, seperti infrastruktur jalan memadai dan tidak seperti sekarang, berdebu saat panas dan berlumpur saat hujan.
“Apa karena jumlah penduduk Sele sedikit, sehingga pembangunan infrastruktur tidak menjadi prioritas? Kekayaan alam saat ini melimpah, tetapi tidak ada pembangunan ,” katanya dengan nada kecewa, Jumat 16 Februari 2018.
Berdasarkan data yang diperoldh dana perimbangan bagian Provinsi Papua dan Papua Barat, kabupaten/kota dalam rangka Otonomi Khusus dengan perincian untuk hasil bagi sumber daya alam kehutanan sebanyak 80 persen.