Sejumlah Komunitas Muslim Prancis Terancam Dibubarkan, 231 Warga Asing akan Diusir
Ribuan orang berdemonstrasi di Prancis sebagai bentuk keprihatinan atas kematian Samuel Paty yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar | Associated Press via Deutsche Welle
AKURAT.CO, Semakin banyak penyelidikan dilakukan pada Senin (19/10), terkait pembunuhan seorang guru di Prancis.
Dilansir dari Reuters, guru sejarah bernama Samuel Paty dipenggal pada Jumat (16/10) di luar sekolahnya oleh seorang pemuda berusia 18 tahun. Tersangka kemudian ditembak mati oleh polisi.
Pembunuhan ini memicu kemarahan di Prancis dan mengundang kecaman dari Presiden Emmanuel Macron serta sejumlah tokoh politik.
baca juga:
Menurut Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, ada sekitar 80 penyelidikan yang sedang dilakukan terkait ujaran kebencian di dunia maya. Ia tengah menyelidiki apakah kelompok tertentu dari komunitas Muslim Prancis harus dibubarkan, menyusul tuduhan mempromosikan kekerasan dan kebencian.
"Operasi polisi tengah berlangsung dan lebih banyak lagi akan diadakan, menyangkut puluhan orang," ungkapnya.
Menurut seorang sumber polisi pada Minggu (18/10), Prancis sedang bersiap mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah atas dugaan ekstremisme keyakinan agama. Namun, belum jelas apakah tindakan ini terkait dengan operasi yang dikatakan oleh Darmanin.
Insiden ini bermula saat Paty menunjukkan kepada para muridnya kartun Nabi Muhammad di sebuah pelajaran tentang kebebasan berekspresi. Tindakan ini membuat sejumlah orang tua Muslim marah. Pasalnya, bagi umat Muslim, penggambaran Nabi bukan hal yang pantas.
Penyerang Paty berasal dari Chechnya dan lahir di Rusia. Ia tinggal di kota Evreux, barat laut Paris. Pemuda itu sebelumnya tidak dikenal oleh badan intelijen.
Pembunuhan ini mengejutkan Prancis dan mengingatkan serangan 5 tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo usai kartun Nabi Muhammad diterbitkan.[]