Triad Susupi Demonstrasi Berdarah di Hong Kong
TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi besar-besaran kelompok demokrasi yang berujung dengan aksi kekerasan dan melukai puluhan orang di Hong Kong awal pekan ini diduga disusupi
BREAKING: A video clip circulated online shows a group of men in white beat other passengers at Yuen Long MTR station. pic.twitter.com/YsNuhN2FUK
— Stella Lee (@StellaLeeHKnews) July 21, 2019" target="_blank" rel="noopener">triad, gengster terorganisasi.
Mengutip Channel News Asia, Selasa, 23 Juli 2019, triad itu diidentifikasi mengenakan pakaian t-shirt warna putih bercelana panjang hitam, membawa tongkat besi dan kayu, dan mengenakan masker.
Triad menjalankan aksinya dengan memukuli para demonstran di stasiun kereta bawah tanah yang kembali pulang setelah melakukan aksi demonstrasi di depan gedung pemerintah penghubung Cina di Hong Kong.
Para demonstran ini melakukan aksi vandalisme dengan melempari telor ke arah gedung dan mencoret-coret dinding gedung.
Para triad mengejar para demonstran ke dalam kereta bawah tanah di Yuen Long dan memukuli mereka dengan tongkat hingga berlumuran darah.
BREAKING: A video clip circulated online shows a group of men in white beat other passengers at Yuen Long MTR station. pic.twitter.com/YsNuhN2FUK — Stella Lee (@StellaLeeHKnews) July 21, 2019
Dari video aksi kekejaman triad yang ditayangkan langsung dari Facebook mempertunjukkan orang-orang berteriak akibat pemukulan sejumlah pria berbaju t-shirt putih dan celana panjang hitam dengan tongkat yang mereka bawa. Tubuh para demonstran berlumuran darah.
Otoritas medis Hong Kong melaporkan sedikitnay 45 orang terluka dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis dan lima lainnya mengalami luka serius.
Para pria yang diduga anggota triad itu kemudian meninggalkan lokasi stasiun bawah tanah dengan menggunakan sejumlah mobil bernomor plat Cina daratan.
BREAKING: A video clip circulated online shows a group of men in white beat other passengers at Yuen Long MTR station. pic.twitter.com/YsNuhN2FUK — Stella Lee (@StellaLeeHKnews) July 21, 2019
CNN melaporkan tentang pemain baru dalam demonstrasi pro-demokrasi yakni sejumlah pria berpakaian t-shirt putih dan celana panjang hitam membawa tongkat dan mengenakan masker. Mereka melakukan aksi kekerasan di kawasan Yeung Long.
Polisi dikabarkan terlambat mengantisipasi kehadiran para pemain baru ini.
Peristiwa ini mirip saat aksi demonstrasi Umbrella Movement pada thaun 2014. Saat itu gerakan demonstrasi yang dipimpin sejumlah kaum muda Hong Kong diserang sejumlah pria mengenakan masker yang diduga anggota
BREAKING: A video clip circulated online shows a group of men in white beat other passengers at Yuen Long MTR station. pic.twitter.com/YsNuhN2FUK
— Stella Lee (@StellaLeeHKnews) July 21, 2019" target="_blank" rel="noopener"> triad. Polisi pun terlambat mengantisipasi aksi kekerasan para penyusup ini.
Lihat Juga
Reaksi AHY Saat Menkumham Tolak Moeldoko Selaku Ketua Hasil KLB Partai Demokrat
Pemerintah menolak KLB Deli Serdang yang menjadikan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Baik kubu AHY maupun kubu KLB memberikan reaksi.