Mantan Jubir HTI Minta Jokowi Mundur Jadi Presiden, Ruhut: Sudah Dibubarkan Saja, Masih Ngebacot
Ruhut Sitompul menyindir program Ok Oce lewat video yang dibagikan ke Youtube. | Screencapture/Youtube: Ruhut P Sitompul
AKURAT.CO, Mantan Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengkritik mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto terkait sindiran kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Ismail Yusanto meminta Jokowi untuk mundur dari kursi Presiden karena gagal mengelola negara.
"Ismail Yusanto Eks Jubir HTI minta Pak Jokowi mundur dari Jabatannya Presiden RI karena matinya Listrik PLN, sudah dibubarkan saja HTI nya masih Ngebacot karena itu wajar kalau Kita harus waspada terusssssss melihat Gerakan Para Ektrim Kanan dan Kiri dan dukung TNI, POLRI, MERDEKA," tulis @ruhutsitompul di Twitter dikutip AKURAT.CO, Rabu (7/8/2019).
baca juga:
Ismail Yusanto Eks Jubir HTI minta Pak Jokowi mundur dari Jabatannya Presiden RI karena matinya Listrik PLN, sudah dibubarkan saja HTI nya masih Ngebacot karena itu wajar kalau Kita harus waspada terusssssss melihat Gerakan Para Ektrim Kanan & Kiri dan dukung TNI????????POLRI MERDEKA. — Ruhut Sitompul (@ruhutsitompul) August 6, 2019
Seperti diketahui, sindirian itu disampaikan terkait peristiwa listrik padam atau mati lampu di kawasan Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat.
"Di negara lain kalau sampai padam (listrik) segini lama, bukan hanya menterinya, presidennya juga mengundurkan diri," ucap Ismail dilansir dari jpnn, Senin (5/8/2019).
Kata dia, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bukanlah pihak yang salah dari peristiwa listrik padam. Ismail menyebut sosok yang harusnya bertanggung jawab yakni Jokowi sebagai pimpinan yang membawahi PT PLN
"Permintaan maaf hanya dari PLN, padahal PLN di bawah presiden," ucapnya.
Ismail meminta ke depannya, peristiwa padam listrik tidak kembali terjadi. Negara wajib memikirkan segala kontingensi berkaitan masalah kelistrikan.[]