"Melawan Malaysia, Gairah Menyebabkan Pemain Indonesia Kehilangan Disiplin"
Indonesia vs Malaysia
Pelatih Tim Nasional Indonesia, Simon McMenemy, bersama dua pemainnya, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly, dalam sesi latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (1/9). | ANTARA/Sigid Kurniawan
AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Indonesia, Simon McMenemy, menyoroti kecenderungan mental yang bakal dihadapi oleh pasukan Garuda – julukan Timnas Indonesia – setiap kali berhadapan dengan Malaysia. Dengan menyebut laga melawan Malaysia sebagai “derbi”, McMenemy menganggap Indonesia kerap kehilangan disiplin di tengah pertandingan.
“Para suporter percaya bahwa kami memiliki kesempatan yang baik menghadapi para pemain ini (Malaysia), dan memang demikian. Tapi, dari sudut pandang pelatih, ketika Anda memainkan derbi, gairah dan mentalitas menjadi bagian besar dari permainan dan itu terkadang terlalu banyak menyita,” kata McMenemy sebagaimana dipetik dari Reuters, Selasa (3/9).
“Dan itulah yang terjadi dengan para pemain Indonesia di masa lalu di mana mereka kehilangan disiplin karena gairah mereka sedikit mengambil alih.”
baca juga:
Mantan Pelatih Tim Nasional Filipina itu juga mengaku tidak terlalu senang dengan undian yang menempatkannya bersama pesaing langganan di Asia Tenggara pada kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. Pelatih asal Skotlandia itu lebih senang Timnas bermain dengan tim Asia di luar Asia Tenggara.
“Ini bukan undian yang saya inginkan, tidak dari sudut pandang permainan tapi lebih dari sudut pandang bahwa kami sering menghadapi tim-tim ini dan ini membatasi pengalaman yang bisa didapatkan pemain Indonesia,” kata McMenemy.
Hal tersebut disampaikan McMenemy menjelang laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022 antara timnya kontra negeri serumpun, Malaysia, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9). Berada di grup G, Indonesia tergabung dengan Malaysia, Thailand, Vietnam, dan unggulan pertama Uni Emirat Arab.
“Saya ingin para pemain ini bisa bermain dan berkompetisi di Asia dan kami masih saja melawan tim yang sama di Asia Tenggara. Kami tidak bisa bersaing melawan Turkmenistan dan negara-negara seperti itu, lawan-lawan sulit yang akan kami hadapi di Piala Asia,” ucap McMenemy.
Selain itu, tugas berat McMenemy dalam laga versus Malaysia adalah karena pertandingan di Stadion GBK itu merupakan yang pertama bagi Indonesia di kualifikasi Piala Dunia sejak mereka dikalahkan Bahrain 0-10 pada Februari 2012.
“Dalam pertandingan (kualifikasi) ini, mereka diuji di kandang dan tandang dan bagi seorang pelatih itu akan membuat pemain yang bisa diprediksi menjadi tidak bisa diprediksi dan itulah yang tidak saya suka dalam hal merancang permainan,” ucap McMenemy.[]