Aneka macam Krupuk Khas Kecamatan Krembung, Yang Unik Krupuk Gerandong
Pesona-desa.com, Krembung – Kecamatan krembung dikenal dengan salah satu kecamatan dimana banyak terdapat Unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memproduksi aneka macam krupuk diantaranya desa Rejeni, Tanjekwagir, Kandangan, Gading.
Dari aneka jenis krupuk diantaranya krupuk keong, krupuk mawar putih, krupuk oval coklat, krupuk tahu, krupuk impala, ada satu jenis krupuk yang memiliki nama unik yaitu krupuk Gerandong. Nama krupuk ini terinspirasi dari nama karakter antagonis dalam sebuah legenda yaitu ‘Gerandong’ yang merupakan murid dari ‘Mak Lampir’ dalam legenda “Gunung Merapi.
“Krupuk Gerandong ini merupakan jenis krupuk yang mana menyatukan dari berbagai macam remahan krupuk lain yang beraneka warna dan rasa kemudiam dijadikan satu kembali menjadi satu prodak baru yang sering dikenal dengan krupuk gerandong, tak jelas siapa yang pertama memberikan nama Gerandong. Namun mulai tahun 2000 sudah ada yang memproduksi kerupuk tersebut,” kata Nanang salah satu pemilik usaha krupuk Cap Tiga Putri, Dusun Godeg Wetan desa Gading.
Banyaknya remahan krupuk mentah saat proses pengemasan di pabriknya, kata Nanang lebih lanjut menjelaskan, terbesit untuk mengolah remahan tersebut menjadi krupuk gerandong.
“Awalnya hanya remahan hasil pabrik sendiri, eh kok yang pesen banyak akhirnya saya mendatangkan bahan remahan krupuk mentah dari pabrik krupuk sekitaran krembung bahkan dari luar kota juga untuk diolah menjadi krupuk gerandong,” ungkap Nanang pengusaha krupuk puluhan tahun itu kepada pesona desa, kamis 23 Juli 2020.
Krupuk gerandong banyak diproduksi di desa Gading, ada sejumlah 5 pengusaha besar yang memprodiuksi krupuk jenis gerandong itu.
Lebih jauh Nanang menjelaskan, proses pembuatan krupuk gerandong itu mulai penyortiran bahan, kemudian di haluskan hingga mendapatkan hasil yg sama rata ukurannya lalu dipilah lagi barangkali ada kotoran, lalu dimasak dengan air panas hingga bahan kembali lembek, dan kemudian masuk proses pencetakan sesuai ukuran yang di inginkan ada 3 jenis ukuran (kecil, sedang, dan besar), tak disangka peminat krupuk jenis ini lumayam banyak hingga keluar pulau juga masih ambil di sini.
“Kami mengirim krupuk ini ke kabupaten Tuban tiap satu minggu sekali, ke daerah Bandung biasanya dua minggu sekali dan baru-baru ini kirim ke Mataram Nusa Tenggara Timur (NTT), jelasnya.” Terkait omset usahanya itu, Nanang enggan menyebutkan nominal, namun ia mengatakan omset penjualan krupuk tersebut selama satu bulan sudah cukup untuk menggaji 11 orang karyawan, biaya operasional dan kebutuhaan lainnya. (Coi/Surur).