KOMPAS.com - Maskot Kalimantan Barat, Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) berstatus critical endangered (sangat terancam punah atau kritis) oleh International Union for Conservation Nation (IUCN).
Selain dijadikan maskot Kalimantan Barat, ternyata ada beberapa fakta menarik lainnya dari hewan satu ini.
Rangkong Gading memiliki banyak sebutan di berbagai daerah, seperti enggang, kangkareng, tajam, Julang, tajay, kecakoh, burung taon, tusan, batu ulu, dan nggoanggali.
Selain itu, ada sekitar 13 jenis rangkong yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus untuk rangkong gading, hanya bisa ditemukan di daerah Kalimantan Barat.
Baca juga: Rangkong Gading dan Arwana Super Red Terancam Punah di Kalimantan Barat
Namun menurut Rangkong Indonesia Conservation Society, Yokyok Hadiprakarsa, jika Anda berada di Kalimantan, maka jangan sebut nama rangkong, ganti dengan enggang.
Ini karena istilah "rangkong" di Kalimantan memiliki makna berbeda dan agak vulgar.
Hewan dengan family Bucerotidae ini, umumnya memiliki tubuh dengan panjang 190 sentimeter atau hampir sama ukuran panjang manusia dewasa.
Meski dikatakan Yokyok ada juga rangkong gading bertubuh kecil, dengan panjang 50 sentimeter.
Yokyok berkata, 13 persen berat tubuhnya ada di bagian kepala.
Rangkong gading memiliki balung atau tanduk berwarna merah, berparuh besar berwarna putih gading, bercorak warna bulu hitam atau putih, dan ekor cukup panjang dengan corak warna dominan putih meski ada hitamnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan.
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan