Sumber Group
Siapa yang tidak tentang PO bus Sumber group ( Sumber Kencono, Sumber Selamat, Sugeng rahayu ) yang satu ini ?
Perusahaan Otobus yang terkenal banter di Daerah Jawa ( khususnya Jawa Timur, dan Jawa Tengah ) ini, memiliki penumpang setia yang lumayan banyak.
1. Sejarah
Sumber Group berdiri sejak tahun 1981, di Kecamatan Krian Kota Sidoarjo Provinsi Jawa Timur ini, awalnya memiliki 6 unit bus ber chasis Mercedes Benz OF ( mesin depan ) 1113.
PO bus yang didirikian oleh Bapak Setyaki Sasongko ini, awalnya membuat trayek pertamanya dengan tujuan Surabaya Yogyakarta bolak balik.
2. Setia Dengan Chasis Hino
PO bus Sumber Group juga terkenal dengan chasis buatan Hino, apalagi Hino ak series ( mesin depan ), selain hino ak, mereka juga memakai hino rk series, rg series untuk sekmen bus chasis belakangnya.
Saat ini Sumber Group memiliki jumlah armada sekitar 300an dan terus bertambah ini semuanya berchasis hino.
3. Terkenal sebuah karena kejadian
Berawal dari sebuah tragedi mengerikan tahun 1981 di Kota Solo Jawa tengah, yang menjadi titik awal sumber group yang akhirmya banyak dicari hingga saat ini. Bus Flores ( sekarang berubah menjadi EKA ( Eling Kreta Api atau ingat sama kereta Api ) dan MIRA ) yang mengangkut siswa SMP Wijana Jombang yang akan study tour tertabrak kereta api tak jauh dari Stasiun Purwosari, depan pabrik es Sari Petojo Solo Jawa Tengah.Bus Flores menerobos lintasan rel yang tak berpalang tersebut, tak ayal sebagian besar siswa SMP itu tewas.
Karena tragedi ini membuat marah masyarakat, Bus Flores pun dijatuhi sanksi tidak boleh lagi melayani trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) oleh DLLAJR ( sekarang Dinas Perhubungan ) Pusat. Alhasil Perusahaan OtoBus Flores hanya boleh melayani hingga wilayah Mantingan, daerah paling barat Provinsi Jawa Timur. Alhasil penumpangnya pun turun drastis, sebab banyak penumpang yang akan menuju Solo atau Yogya harus dioper ke bus lain. Pada saat itu lah nama Bus Sumber Kencono semakin berkibar, penumpang banyak beralih menumpang Sumber Kencono dari pada harus dioper di Mantingan karena lebih pratis, tidak perlu naik bus 2 atau 3 kali dalam sekali melakukan perjalan.
Semenjak saat itu, Sumber Group semakin berjaya.
4. Raja Jalanan
Sumber Group terkenal sebagai rajanya jalanan di Jawa timur karena suka melaju dengan kecepatan tinggi, baik itu di jalan sepi maupun rame seklipun mereka tetap banter.
Tak ayal bnyak orang yang membencinya karena sering ugal ugalan di jalanan, walaupun begitu Sumber Group masih punya banyak pelanggan yang setia karena di nilai tetap waktu.
5. Pemilik Lulusan Jerman
Sang owner yaitu Bapak Setyaki Sasongko beliau adalah lulusan Teknik Mesin di Negara Jerman, jadi beliau tau betul sebuah rancangan bus yang tahan goncangan ( hampir semua body bus Sumber Group di desain sendiri oleh beliau ).
Beliau mendesain body bus buatannya lalu di kirim ke Karoseri untuk dibuatkan body bus rancangannya sendiri degan campuran body dari karoseri tersebut, alhasil bus bus sumber group dapat berbelok dengan kecepatan tinggi tanpa harus menurunkan kecepatannya terlebih dahulu dan tanap takut terguling.
6. Berganti nama
Tahun 2011 tampaknya memjadi tamparan besar bagi Sumber Kencono akhirnya datang kala Sumber Kencono mengalami kecelakaan di Mojokerto yang menjadi sorotan Gubernur Jawa Timur hingga mengirimkan rekomendasi kepada Dishub untuk mencabut Izin Trayek Sumber Kencono karena menewaskan hingga 20 orang plus kecelakaan bus di Ngawi yang berhasil merenggut nyawa pengendara motor sampai bus dibakar oleh massa / warga setempat karena sudah muak melihat kelakuan para pengemudi bus Sumber Kencono karena terkenal ugal ugalan.
Bapak Setyaki Sasangko menyadari ada hal yang tidak beres dalam manajemen Perusahaan Otobusnya, akhirnya perbaikan manajemen pun dilakukan. Sanksi pengurangan armada sebanyak 40% dalam seminggu diberikan kepada Sumber Kencono oleh Menhub dengan faktor kasihan kepada para karyawan Sumber Kencono. Menhub saat itu E. Mangindaan menilai apabila dilakukan pencabutan izin trayek maka akan terjadi PHK massal pada karyawan Sumber Kencono yang saat itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang.
Akhirnya pada tahun 2011 Sumber Kencono berubah menjadi Sumber Selamat. lalu pada tahun 2012 bertambah nama Sugeng rahayu.
7. Lumba Lumba
Sumber Group ( khususnya sugeng Rahayu ) juga terkenal dengan Livery lumba lumbanya ( penggemar sumber group menyebutnya sebagai lumba lumba mabur, atau lumba lumba banter ).
Jadi di Jawa Tengah dan Jawa timur warganya sudah pada tau kalau orang pengen naik lumba lumba pasti orang tersebut mau naik Sugeng Rahayu.
8. Dibagi menjadi 2 kelas
Sumber Group dibagi menjadi 2 kelas, yaitu :
- ATB ( AC Tarif Biasa ) atau ekonomi ber AC yang memiliki kapasitas 60 orang ( konfigurasi seat 2-3 )
- Patas ( Eksekutif ) yang memiliki kapasitas 40 orang + 6 kursi dibagian belakang, ada juga yang bertoilet ( type tertentu ).
9. Pariwisata
Sumber Group ( khususnya Sugeng Rahayu) juga memiliki armada Pariwisatanya yang bernama Golden Star bus.
Fasilitas bus Golden Star hampir sama dengan kelas eksekutifnya, karena emang 1 jenis, cuman terkadang ketika menjadi armada pariwisata ada penambahan seat ( jumlah maximal 60 seat ).
10. Mempunyai body Repair Sendiri
Sumber Group tenyata mempunyai Karoseri atau Body repair ( bengkel buat ngerobak body bus ) sendiri yang bernama Laksakri ( Laksana Krian ).
Kenapa bernama Laksana Krian ? Karena body repair tersebut terletak di Kecamatan Krian Kota Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, dan rata rata bentuk hasil akhirnya mirip karoseri Laksana Ungaran.
11. Dibenci dan dicintai
Banyak orang yang membenci PO bus yang 1 ini, karena sering melaju ugal ugalan dan sering menjadi penyebab kecelakaaan. Bahkan beberapa orangnya menyebutnya bus Sumber Kencono dengan sebutan Sumber Bencono ( Sumber Bencana atau masalah ).
Tapi ada juga yang mencintainya karena harga tarifnya yang murah dan juga waktu tiba di tempat tujuan lebih cepat dari yang lainnya.
Demikianlah Profil singkat tentang Sumber Group raja jalanan dari Jawa Timur, semoga bermanfaat.