Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin mengatakan bahwa dia bermaksud untuk bergerak cepat menanggapi pembunuhan Samuel Paty, seorang guru sejarah yang dipenggal kepalanya setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di kelas saat diskusitentang kebebasan berekspresi. (Baca: Guru Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad Picu Demo Besar di Prancis )
Presiden Emmanuel Macron menyebut pembunuhan brutal itu sebagai "serangan teroris Islam." Pelaku pemenggalan adalah Abdoulakh A., 18, seorang etnis Chechnya, Rusia, yang telah lama tinggal di Prancis bersama keluarganya. Pelaku telah ditembak dan dibunuh oleh polisi.
Mengutip laporan Europe 1, Senin (19/10/2020), respons utama terhadap serangan itu termasuk deportasi 231 orang asing dalam File of Alerts for the Prevention of Terrorist Attacks (FSPRT), yang melacak aktivitas radikal.
Baca Juga:
- Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
- Teleponan dengan Prabowo, Menhan AS Berbelasungkawa atas Serangan Teroris di RI
- Mabes Polri Diteror, Polda Jatim Tingkatkan Pengamanan Markas
Darmanin telah merencanakan untuk mengusir orang-orang tersebut, setelah melakukan perjalanan ke Maroko minggu sebelumnya untuk meminta pemerintah menerima sembilan dari warga negaranya yang radikal. Dia berencana bertemu dengan pejabat di Aljazair dan Tunisia untuk membahas kesepakatan serupa. (Baca: Kartun Nabi Muhammad Jadi Bahan Diskusi, Guru di Prancis Dipenggal )
Menurut para pejabat, dalam daftar tersebut ada 180 orang yang saat ini berada di penjara dan 51 orang lainnya yang akan segera ditangkap. Lebih dari 850 imigran ilegal terdaftar di FSPRT.
Otoritas Prancis telah menangkap 11 orang sehubungan dengan pembunuhan terhadap guru itu. Namun, tidak jelas apakah 11 orang itu juga bagian dari daftar orang yang akan diusir.
Empat kerabat dekat tersangka pemenggalan ditahan tak lama setelah serangan itu. Enam orang lagi ditahan pada hari Sabtu, termasuk ayah dari seorang murid di sekolah dan seorang pengkhotbah yang digambarkan oleh media Prancis sebagai seorang Islamis radikal.