BANJARMASIN, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebut, banjir di Kalsel sangat memprihatinkan.
Pelaksana tugas Kepala BPBD Kalsel Mujiyat mengatakan, hampir seluruh daerah di Kalsel terdampak banjir.
Namun, ada dua kabupaten yang menjadi wilayah terparah.
"Jika berbicara deritanya, Banjar paling menderita, karena masa banjir yang panjang. Setelah itu disusul Tanah Laut," ujar Mujiyat dalam keterangan yang diterima, Sabtu (16/1/2021).
Baca juga: Lebih dari 3.000 Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan
Dari data yang dirilis BPBD Kalsel, sebanyak 70.000 warga terdampak banjir. Rumah mereka digenangi air dengan ketinggian bervariasi.
Saat ini sudah ribuan pengungsi yang memadati posko-posko pengungsian yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota yang terdampak.
"Pelayanan ini sudah kami berikan sejak terjadi banjir pertama di Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu. Seperti di Desa Teluk Selong, Pasayangan, dan Dalam Pagar," ujar Mujiyat.
Baca juga: Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel
Menurut Mujiyat, saat ini di beberapa lokasi banjir petugas gabungan masih terus berupaya mengevakuasi warga.
Kebanyakan warga bertahan di loteng rumah dan menunggu petugas datang untuk dievakuasi.
BPBD sudah menginstruksikan masing-masing kepala daerah di Kalsel untuk segera membantu para korban.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan