Wilayah dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu selama ini menghadapi masalah kekeringan permanen setiap musim kemarau.
Sebuah teknologi pemanen kabut atau fog harvesting akan diterapkan secara masif di wilayah ini mengingat potensi kabutnya yang sangat tinggi.
Tim dari Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Minggu (20/4/2014) memasang alat pemanen kabut ini menggaantikan alat yang sama yang telah dipasang tahun lalu.
Instalasi pemanen kabut yang baru tersebut memiliki bentang paranet (jala plastik) delapan meter, mengantikan alat lama yang hanya mempunyai bentang 1x1 meter.
"Luas penangkap kabut yang digunakan sebagai uji sebelumnya hanya 1x1 meter mampu menangkap kabut dan menghasilkan air hingga 3 liter per hari. Namun dengan pemasangan paranet yang lebih panjang dan lebih besar diharapkan tangkapan uap air akan bertambah. Dari hitung-hitungan kami bisa lebih dari 14 liter untuk keperluan pertanian," kata Ketua Tim PKM Adopsi Teknologi Pemanen Kabut UGM, Vianita Meiranti Yogamitria.
Pemanen kabut, kata Vanita, merupakan teknologi inovatif yang mampu menangkap dan mengumpulkan air dalam kabut, sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di bidang pertanian.
Sementara dalam pemasangan alat pemanen kabut yang baru ini pihaknya akan mengombinasikannya dengan alat fertigasi tetes.
"Teknik fertigasi tetes adalah salah satu teknik irigasi tetes yang lebih efisien dan lebih mudah dijangkau masyarakat, murah dan mudah dibuat karena modelnya yang sederhana, namun cukup ampuh dalam mengonversi kabut menjadi siap pakai," ungkap Vianita Meiranti.
Vianita Meiranti bersama empat mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu lainnya --di antaranya Sarjono (Jurusan Ilmu Tanah), Musofa dan Puji Utomo (Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan), serta Nur Sayyidah Azzahra (Jurusan Penyuluh Komunikasi Pertanian) UGM, merasa tertarik mengembangkan teknologi tepat guna ini menyusul ada informasi bila petani di Desa Kemitir, Sumowono yang selalu kesulitan air pada Juli hingga Oktober.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan