Bobo.id – Teman-teman pasti sudah tahu kalau di ruang angkasa itu tidak ada udara.
Kalau begitu, dari mana astronaut mendapat oksigen? Di sana, kan, tidak ada udara. Ada yang tahu jawabannya?
Air
Saat pergi ke ruang angkasa, astronaut membawa cadangan oksigen dan air.
Oksigen digunakan untuk bernafas, sedangkan air digunakan untuk minum.
Baca Juga: 5 Manfaat Oksigen Bagi Tubuh yang Tidak Pernah Kita Ketahui
Namun, oksigen dan air yang dibawa oleh astronaut pasti akan habis suatu hari nanti.
Supaya bisa bertahan di ruang angkasa lebih lama, astronaut pun membuat udara dari air.
Bagaimana caranya?
Air mengandung hidrogen dan oksigen. Saat dialiri listrik, hidrogen dan oksigen di dalam air akan terpisah.
Saat sudah terpisah, oksigen akan masuk ke tempat penyimpanan oksigen. Dari tempat ini, oksigen disebarkan dan dihirup oleh astronaut.
Baca Juga: Mungkinkah Mengubah Udara Menjadi Air?
Proses ini disebut elektronisasi. Air yang digunakan berasal dari air sisa yang sudah digunakan astronaut, sedangkan listriknya berasal dari panel surya.
Berkat panel surya, astronaut bisa mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. O iya, listrik dari panel surya juga digunakan untuk keperluan lain, lo!
Mendaur ulang air
Selain membuat udara dari air, para astronaut juga harus mendaur ulang air yang mereka gunakan.
Sebelum melakukan daur ulang air, astronaut akan mengumpulkan semua air yang ada di tempat kerja mereka.
Baca Juga: Astronaut Bandel Bawa Sandwich ke Ruang Angkasa
Setelah itu, air akan diolah dengan alat canggih. Selesai diolah, air pun bisa diminum, deh!
Nah, Teman-teman, kira-kira seperti itulah astronaut mendapatkan oksigen dan air.
Foto: nasa.gov
Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan
Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
|Penulis||:||willa widiana|
|Editor||:||Iveta Rahmalia|
KOMENTAR