Tim, CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 14:24 WIB
Menkominfo Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyampaikan ucapan selamat kepada Ovo yang telah menyandang status sebagai unicorn kelima asal Indonesia. Ia mengatakan 'naik kelasnya' Ovo sesuai dengan target jumlah unicorn pada 2019.
Data CBInsight mencatat Ovo telah mencapai perkiraan valuasi sebesar US$2,9 miliar atau setara dengan Rp41 triliun (US$1=Rp14.146) untuk menyandang status unicorn.
"Alhamdulilah, proyeksi Indonesia menghasilkan lima unicorn pada 2019 sudah tercapai. Selamat kepada Ovo menjadi unicorn Indonesia kelima," kata Rudiantara saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis malam (3/10).
Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan pencapaian lima unicorn ini merefleksikan Indonesia merupakan tambang emas bagi para investor untuk melakukan investasi kepada startup.
Lihat juga: Ovo Jadi Unicorn Kelima Indonesia
Rudiantara berharap agar pada 2019, Indonesia bisa menghasilkan unicorn lainnya agar melebih jumlah target unicorn yang telah tercapai.
"Menunjukkan kepercayaan investor baik nasional maupun internasional terhadap ekosistem startup Indonesia. Besar harapan Indonesia menghasilkan unicorn lagi di tahun ini sehingga melebihi target 5 unicorn," katanya.
Laporan yang dirilis CBInsight, Indonesia memiliki lima startup yang sudah menyandang gelar 'unicorn'. Satu di antaranya, yakni Gojek telah menyandang gelar 'decacorn'.
Lihat juga: Saat Ini Ada 1,7 Juta Pemain Kripto di Indonesia
- Gojek dengan valuasi US$10 miliar atau setara dengan Rp141,46 triliun.
- Tokopedia dengan valuasi US$7 miliar atau setara dengan Rp99 triliun.
- Ovo dengan valuasi US$2,9 miliar atau setara dengan Rp41 triliun.
- Traveloka dengan valuasi US$2 miliar atau setara dengan Rp28,2 triliun.
- Bukalapak dengan valuasi US$1 miliar atau setara dengan Rp14,14 triliun.
CNNIndonesia.com telah mengonfirmasi kabar temuan CBInsight kepada Ovo. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respons.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Drive Pit
SAAT INI
Ketua SETARA Institute Hendardi menilai upaya pencegahan aksi terorisme memerlukan partisipasi dari masyarakat, tidak hanya aparat.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER