Analisis AFP juga menemukan bahwa jumlah korban meninggal untuk usia 60 tahun ke atas menurun sebanyak 7 persen pada periode waktu yang sama.
Otoritas kesehatan di Sao Paulo -- negara bagian paling pada di Brasil -- mengatakan pada awal bulan ini bahwa testimoni dari para dokter di berbagai wilayah soal kasus Corona parah pada orang-orang berusia lebih muda didukung oleh data mereka.
Menurut otoritas kesehatan Sao Paulo, sekitar 60 persen pasien Corona yang berusia muda membutuhkan tempat tidur ICU. Angka itu lebih tinggi daripada awal pandemi Corona di Brasil.
Apa penyebabnya?
Peningkatan kasus Corona parah dan kematian Corona pada kalangan muda bertepatan dengan munculnya setidaknya satu varian baru Corona di Brasil. Varian baru bernama P.1 itu, yang menurut ilmuwan berasal dari Brasil, secara luas disepakati lebih mudah menular, bahkan hingga 2,2 kali lipat menurut studi terbaru.
Berdasarkan studi tanggal 4 Maret yang dilakukan institut penelitian kesehatan nasional, Fiocruz, di delapan negara bagian Brasil, lebih dari separuh kasus Corona di enam negara bagian 'terkait dengan varian yang menjadi kekhawatiran' termasuk P.1 juga varian lain yang pertama terdeteksi di Inggris dan Afrika Selatan.
Saat pertama muncul pada akhir tahun lalu, banyak dokter berspekulasi bahwa varian P.1 ada hubungannya dengan pergeseran demografi untuk pasien Corona. Namun masih terlalu dini untuk mengetahui apa peran sebenarnya yang dimainkan varian ini.
"Ada kemungkinan bahwa varian baru ini lebih mematikan, tapi kami tidak memiliki data ilmiah untuk mengonfirmasi itu," ucap pakar epidemiologi Brasil, Jesem Orellana. "Namun yang kami ketahui adalah bahwa varian P.1 lebih mudah menular dan memainkan peran besar dalam gelombang kedua ini," jelasnya.
Para pakar juga menyinggung soal meningkatnya pesta saat Tahun Baru lalu dan saat liburan karnaval pada paruh pertama tahun ini. Orang-orang muda yang ikut dalam pesta kemungkinan lebih terekspose akhir-akhir ini. Video perkumpulan ilegal mudah ditemukan secara online dan otoritas berbagai kota memberlakukan denda serta membubarkan pesta ilegal setiap akhir pekan.
"Anda mendapati lebih banyak virus yang mudah menular yang beredar. Ini akan menginfeksi lebih banyak orang, termasuk lebih banyak orang muda. (Lonjakan) Mungkin hanya efek epidemiologi dari lebih banyak orang yang terinfeksi pada waktu yang sama," ujar pakar mikrobiologi Brasil, Natalia Pasternak.
Dan meskipun vaksinasi di Brasil diwarnai penundaan, program ini berjalan perlahan dengan prioritas pada warga lanjut usia (lansia). Semakin banyaknya warga lansia yang divaksinasi, para pakar menilai bahwa lebih banyak kasus dan angka kematian akan semakin condong pada kalangan muda.
(nvc/ita)