Saya pernah berkunjung ke rumah seorang ibu dan melihatnya sedang berpenampilan rapi sekali termasuk dengan memakai make up. Spontan saya bertanya apakah dia hendak pergi. Ternyata tidak mau ke mana-mana hanya memang demikianlah dia berpenampilan setiap hari khususnya sore ketika menyambut suami pulang bekerja.
Bila saya yang demikian sungguh tidak nyaman rasanya. Ada acara penting saja harus agak memaksakan diri memakai make up apalagi hanya di rumah, rasanya kurang nyaman bila berpakaian pergi dan juga berdandan. Saya pun jadi bertanya-tanya di dalam hati sebenarnya masih perlukah seorang istri merawat diri? Pentingkah para ibu menjaga agar penampilannya terlihat menarik di mata suami dan mengatur agar berat badan tidak terlalu gemuk? Bukankah suami yang baik akan menerima istri apa adanya? Kira-kira demikianlah pertanyaan yang terlintas di kepala saya.
Seorang suami bernama Saul Purba berpendapat istri harus bisa menjaga penampilan agar tetap menarik di mata suami. Kalau bisa jangan sampai kegemukan dan perut seperti hamil empat bulan. Menurutnya pemandangan demikian kurang menarik. Bila diingatkan, istri seolah enggan mengecilkan perut karena sudah sibuk mengurus anak dan merasa sudah ‘laku’. Saul Purba menambahkan kalau keluarga memang harus jadi prioritas tetapi sebaiknya penampilan jangan lupa dijaga.
Teman lain di Facebook memberikan beberapa pendapat mengenai pertanyaan saya tersebut. Nur Falah mengatakan kalau penampilan istri itu terpenting bersih dan wangi. Jangan sampai bau badan istri tidak enak dan terlihat kucel. Mengenai dandanan dan berat badan istri, menurut Nur Falah itu semua tergantung selera suami masing-masing sebab dia sering ditegur suami bila ketahuan diet. Jika dia menguruskan badan maka terlihat tidak seimbang dengan sang suami yang bertubuh agak besar.
Polma Panggabean memberikan pendapat yang senada dengan Nur Falah di mana sebaiknya istri itu yang terpenting jangan bau badan. Namun mengenai berat badan harus bisa dikontrol karena berat badan ideal selain juga memang sehat bisa membuat suami senang. Kakak saya Veronica Simarmata menambahi kalau sang suami lebih suka bila kak Veronica berdandan sesuai kondisi. Jangan sampai karena sibuk urusan dandan kedua putrinya tidak terurus. Jika sedang ingin pergi keluar sang suami pun merasa senang bila dia tampil beda. Pun demikian dengan pendapat Imelda Vanhoet yang mengatakan istri harus pintar-pintar menempatkan diri kapan harus berdandan dan kapan tanpa make up.
Junawi Saragih Garingging menambahkan kalau suami harus menerima istri apa adanya baik penampilan maupun karakternya. Sebaliknya istri juga sebaiknya mau membahagiakan suami dengan penampilan yang terlihat menarik meski tidak harus menor. Pria ini berpendapat kalau penting sekali seorang istri memiliki inner beauty dan pintar merawat rumah tangga. Masalah penampilan dan kecantikan adalah bonus. Menurut saya pendapat teman ini sungguh keren, soalnya siapa sih yang enggak senang dapat bonus. Pun suami pasti senang dapat bonus dalam bentuk penampilan istri yang masih menarik, betul tidak?
Linda Cen menambahkan memang istri perlu menjaga agar badan tidak terlalu gemuk namun terpenting istri harus mengutamakan keluarga di atas segalanya. Pun kakak saya Sarlin Simarmata berpendapat kalau cinta itu tidak melulu mengenai kecantikan dan bentuk tubuh istri sebaliknya rasa sayang justru semakin bertambah ketika suami istri saling menerima, mendukung, dan berkomunikasi yang baik.
Mbak Wery Majono dan kak Merry Ivana Turnip berpendapat kalau memang sebaiknya istri itu menjaga penampilan namun bukan untuk suami sebaliknya untuk kebaikan dirinya sendiri. Kak Merry berpendapat kalau tubuh yang sehat dan bugar itu sangat penting karena hal demikian juga bagian dari ibadah. Artinya pilihan untuk tampil lusuh bukanlah sebuah kebaikan sebab selain terkesan tidak menghargai diri sendiri juga membuat orang lain termasuk suami tentu menjadi kurang bersemangat.
Ciska Purba sepakat kalau penting sekali bila istri memiliki penampilan yang segar, rapi, bersih, dan sehat supaya anak-anak pun bisa mengikuti teladan sang mama. Mengenai gemuk itu semua kembali ke suami masing-masing sebab Ciska pernah mendengar dari teman prianya kalau dia senang memiliki istri gemuk sebab enak buat dipeluk. Seorang suami dan ayah bernama Sabar Anthony Nainggolan setuju kalau merawat penampilan dan memiliki inner beauty itu perlu. Terpenting jangan terlalu; misalkan terlalu gemuk atau terlalu kurus.
Suami mana yang tidak senang melihat istri terawat dengan tubuh yang terlihat segar, bugar, dan dengan berat badan ideal? Sayangnya seperti yang diungkapkan kak Sorta Anita Tampubolon kalau tidak semua perempuan memiliki berat badan ideal. Ada yang sudah berusaha kurus namun berat badan tidak bisa turun sebaliknya ada yang ingin menggemukkan badan malah tetap kurus. Meskipun demikian, badan yang terlalu gemuk atau terlalu kurus sebaiknya jangan membuat para istri jadi frustasi dan kurang percaya diri.
Sedapat mungkin para istri tetap percaya diri, tidak mengeluh, dan menerima diri apa adanya sebagai anugerah Tuhan yang tiada ternilai. Satu hal yang tidak kalah penting, meskipun kondisi tubuh tidak ideal namun para istri tetap perlu menjaga gaya hidup sehat agar tubuhnya tidak menjadi sarang penyakit yang membuat tidak efektif menjalankan peran sebagai istri. Kak Sorta Anita menegaskan kalau yang terutama bukanlah masalah pakaian dan dandanan namun pancaran kebahagiaan dari dalam hati sang istri.
Membaca semua komentar teman-teman di Facebook, saya pun menarik kesimpulan kalau pada dasarnya para suami akan menerima penampilan istri apa adanya. Selalu saja ada kelebihan dari sang istri yang membuat suami merasa istrinya adalah wanita yang menarik sebab sesungguhnya kecantikan seorang istri itu berasal dari hatinya.
Istri yang memiliki kulit putih mulus bersih, rambut terawat, dan badan langsing ideal mungkin terlihat cantik di mata orang lain namun bisa saja terlihat menakutkan di mata suami dan anak. Sebaliknya istri yang tubuhnya tidak proporsional dan berpenampilan sederhana bisa tampak sangat cantik di mata suami dan anak bila memiliki inner beauty.
Sekalipun kecantikan batiniah adalah harta yang tak ternilai namun terkadang istri melupakan kalau merawat tubuh dan menjaga berat badan itu sama pentingnya dengan memiliki inner beauty. Tubuh yang terawat dan berat badan ideal dikategorikan sebagai outer beauty. Perempuan yang memiliki inner beauty sekaligus outer beauty akan membuatnya semakin percaya diri, segar, sehat, dan bugar menjalankan perannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anak. Pun suami tentu semakin bersemangat melihat istri yang bukan hanya cantik dari dalam namun juga dari luar.
Sama seperti istri perlu sekali menjaga hati tetap bersih pun demikian tubuhnya perlu dijaga dari lemak-lemak jenuh penyebab berbagai penyakit. Istri yang baik tentu bisa mengontrol semua pengeluaran rumah tangga pun demikian dengan makanan yang dikonsumsi juga perlu dikontrol agar jangan nafsu makan yang mengendalikan hidup kita sebaliknya kitalah yang mengontrol nafsu makan agar jangan sampai membahayakan tubuh kita. Jadi, siapkah kita cantik dari dalam dan terawat dari luar?
Salam,
Rahayu Damanik