Ferdinand: Menekan Mereka Soal Bintang Kejora akan Membuat Papua Semakin Keras
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. | AKURAT.CO/Bayu Primanda
AKURAT.CO, Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi perihal massa yang mengibarkan beberapa bendera bercorak Bintang Kejora yang diketahui sebagai simbol Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada aksi mahasiswa asal Papua di depan Istana Negara.
Ferdinand mengatakan jika Papua harus dipahami secara utuh sebagai Daerah Otomi Khusus.
"Maka penanganannya juga harus khusus dan tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kembali ke sejarah bergabungnya Papua dengan Indonesia," tulis @FerdinandHaean2 di Twitter.
baca juga:
- Cegah Penyebaran Virus, Pemkab Wondama Sediakan 700 Dosis Vaksin untuk Guru
- 9 Fraksi Sepakati Pimpinan Pansus, Azis: RUU Otsus Papua Resmi Dibahas Hari ini
- Kutuk Keras Bom di Makassar, Ferdinand Minta Masyarakat Doakan Para Korban
Menurutnya, jika beberapa pihak mempersoalkan bendera bercorak Bintang Kejora ini justru akan membuat Papua merasa diserang.
"Menekan mereka soal Bintang Kejora hanya akan membuat Papua semakin keras karena merasa diserang," kata dia.
Diketahui, salah satu yang menjadi tuntutan utama massa aksi yaitu referendum Papua. Mereka juga meminta agar tindakan rasialisme terhadap mahasiswa Papua dihentikan, serta mendesak pemerintah tidak memperpanjang otonomi khusus di Papua. Mereka ingin, Papua menentukan nasibnya sendiri.
Aksi merupakan buntut dari aksi yang dilakukan sekelompok orang di depan asrama Mahasiswa Papua, di Surabaya, Sabtu (17/8/2019). Dalam aksi tersebut, diduga terjadi tindakan rasialis terhadap mahasiswa, hingga memicu kerusuhan di sejumlah daerah di Papua, seperti di Manokwari dan fakfak. []
Papua harus dipahami secara utuh sebagai Daerah Otomi Khusus. Mk penanganannya juga hrs khusus dan tdk bs disamakan dgn daerah lain. Kembali ke sejarah bergabungnya Papua dgn Indonesia. — FERDINAND HUTAHAEAN (@FerdinandHaean2) August 28, 2019
Menekan mrk soal Bintang Kejora hanya akan membuat Papua semakin keras krn merasa diserang.