Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya : Tolong Pak Jokowi, Rakyat Menderita
Tolong, tolong Pak Jokowi. Rakyat jadi menderita. Aku nanti jual sabu-sabu diangkat. Aku jual lonte diangkat. Jual apalagi saya memperjuangkan anak sa
Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya : Tolong Pak Jokowi, Rakyat Menderita
TRIBUN-MEDAN.com-Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya : Tolong Pak Jokowi, Rakyat Menderita.
Rasa sedih bercampur pilu dirasakan oleh Purnama br Rajagukguk, saat melihat kios dagangannya yang sudah dihuni puluhan tahun telah rata dengan tanah.
Ini merupakan penertiban kedua yang dialami oleh Purnama setelah pada tahun 2017 silam, di tempat yang sama kios dagangannya ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan.
Wanita paruh baya berusia 60 tahun warga yang bermukim di daerah Amplas ini, masih tampak kuat saat berusaha menghalangi petugas Satpol PP agar tak merobohkan tenda dagangannya.
“Tolong, tolong Pak Jokowi. Rakyat jadi menderita. Aku nanti jual sabu-sabu diangkat. Aku jual lonte diangkat. Jual apalagi saya memperjuangkan anak saya,” curhat Purnama dalam kepiluan yang dialaminya.
Baca: Kondisi Terkini Kasatpol PP Sofyan, Kulit Melepuh namun Menolak Dioperasi: Biarlah, Saya Sudah Tua
Baca: Potret Transformasi Aurel Hermansyah, Kini Terlihat Makin Cantik dan Suka Gonta Ganti Warna Rambut
Baca: Bripda DP Dilaporkan Pukuli Pacar yang Sedang Hamil, Gigi Geraham Korban sampai Rontok
Baca: Piala AFF U-18 Hari Ini, Timnas U-18 Indonesia vs Timor Leste, Berikut Prakiraan Pemain Kedua Tim
Baca: Wanita ini Dikeroyok Kelompok Pemuda Mabuk Karena Menolak Diajak Minum di Karaoke
Purnama menjelaskan bahwa gonjang-ganjing yang terjadi di Pasar Bulan, saat ini masih banding. Pihaknya juga belum kalah.
Telah beberapa kali dan ini belum jatuh t
Baca: Barbie Kumalasari Bilang Galih Ginanjar Sakit dan Dibawa ke Dokter, Ngaku Tak Tahu soal Sel Tikus
Baca: Irjen Agus Andrianto: Pelaku Utama Pencurian Uang Irian Supermarket Karyawan Aktif PT Abacus
“Kalau kami kalah, pindah kami dari rumah kami ini,” katanya.
Purnama yang saban hari berjualan buah, mengaku sudah berjualan di Pasar Bulan sejak masih gadis saat berumur 12 tahun.
Ia bercerita, awalnya para pedagang berjualan di Medan Mal.
Tapi karena ada pembangunan Medan Mal, para pedagang kemudian ditertibkan dan dipindahkan ke Jalan Bulan yang menjadi cikal bakal Pasar Bulan.
Baca: Donna Agnesia dan Darius Berhasil Touring sampai Puncak Himalaya, Akui Alami Penyakit Ketinggian
Baca: Respons Farhat Abbas seusai Satu Regu Kepolisian ketiban Teguran lantaran Dia Bawa Ponsel ke Rutan
Baca: Nyeri Otot Terasa Mengganggu? Redakan dengan 6 Cara Berikut, Perbanyak Minum hingga Meditasi
“Kami dulu disini beribu yang jualan lapis tiga sampai terminal. Tapi karena beberapa kawan-kawan tidak tahan, mereka pindah dan mencari jalan yang baik. Kamilah disini yang memperjuangkan, itupun mau dibuang kami pak,” tutur Purnama.
“Maunya kalau mau dibuang yang bagus. Kami pernah dibuang ke Pajak Induk dan kami enggak laku. Enggak ada orang pembeli, hantu semua disitu. Biar tahu kalian,” sambungnya.
Masih kata Purnama, dari 500 orang pedagang yang masih berjualan di Pasar Bulan hanya tinggal segelintir pedagang yang masih berani untuk berdarah-darah memperjuangkan Pasar Bulan agar bisa tetap jadi tempat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami cuma minta bantulah kami. Karena kami cuma orang kecil yang hanya ingin bertahan hidup,” tutup Purnama.
Setelah melakukan penertiban di Warkop Elisabeth, hari ini, Kamis (8/8/2019), Satpol PP menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Bulan.
Pantauan wartawan www.tribun-medan.com di lokasi, personel Satpol PP melakukan negosiasi dengan para pedagang di pasar yang berdekatan dengan Medan Mal tersebut.
Setelah diberikan waktu selama 30 menit, akhirnya para pedagang mau meninggalkan tempat lokasi mereka berjualan.
Satu unit eskavator digunakan untuk meratakan kios-kios pedagang.
Tonton videonya;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
VIDEO - Detik-detik Bocah Jatuh ke Lubang Saluran Air Berbahaya dan Ditarik Ayahnya, Nasib Beruntung
BERITA FOTO Kasatpol PP Disiram Air Panas Saat Penertiban Warung Kopi Elsa
Dilokasi tak ada tampak Kasatpol PP Muhammad Sofyan.
Menurut seorang Satpol PP bernama Dani, Sofyan tak hadir karena masih istirahat untuk penyembuhan luka akibat tersiram air panas.
"Pak Sofyan tidak ada, yang ada hanya Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Harahap," jelas Dani.
Sekadar informasi, Muhammad Sofyan disiram air panas oleh pedagang di Warkop Elisabeth.
Sofyan sempat mendapat perawatan di RS Santa Elisabeth dan RS Royal Prima.
(mak/tribun-medan.com)
|Rumah Tangga Celine dan Stefan William Dikabarkan Bermasalah, Bagaimana Nasib Tato Pasangan Mereka?|
|Kompak Pakai Batik, Wali Kota Medan dan Putri Presiden Lakukan Aksi Borong di Acara PKK|
|Kevin Aprilio Bagikan Potret Jalani Cangkok Rambut, Addie MS Sampai Berkomentar Begini|
|Evi Masamba Keguguran, Tak Tahu Dirinya Hamil Hingga Akui Main Kuda-kudaan dengan Anak|
|Prabowo Beli 8 Frigat Siluman Mogami dari Jepang, Pengamat: Pesan Kuat buat China di Laut Natuna|