IndonesiaOne.org – Selama ini para ahli mengatakan bahwa perilaku – perilaku seksual tertentu seperti LGBT sampai pada Fetish (Psikolog Inez Kristianti M.Psi, menjelaskan, “Fetish adalah ketika seseorang merasakan rangsangan seksual dari fantasi atau perilaku seksual yang melibatkan nonliving objects, misal sepatu, celana dalam, bra, atau bagian tubuh nongenital bisa itu rambut, hingga kaki) merupakan penyimpangan seksual atau kelainan seksual. Alhasil hal tersebut mulai dianggap wajar, sebab perilaku seseorang memang berbeda – beda satu dengan yang lain.
Padahal jika kita ingin benar – benar mencari akar permasalahannya sesungguhnya bukanlah penyimpangan perilakunya, melainkan dosa yang masih menguasai hidupnya. Jika hanya ‘disebut penyimpangan/kelainan’, maka solusi yang paling sering ditawarkan adalah konseling dan terapi tertentu. Walaupun pada kenyataannya tidak banyak yang berhasil dan akhirnya menerima kelainan tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari – hari.
Jadi jika ingin sembuh dari suatu penyimpangan, maka kita harus mengatakan banyak penyimpangan seksual itu adalah DOSA! Jika masalahnya adalah DOSA maka solusinya ada TUHAN! Manusia harus kembali kepada Tuhan untuk dipulihkan dari segala kerusakan akibat dosa. Ini adalah jalan satu – satunya! Tidak ada jalan lain. Sebab hanya Tuhan yang sanggup memperbaiki bahkan memperbaharui keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya!