JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampak geram melihat permasalahan keuangan BPJS Kesehatan yang terus mengalami defisit sejak tiga tahun terakhir (2015-18).
‘Ini (rugi) sudah terjadi 3 tahun’, kata Jokowi pada pembukaan Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) di Jakarta, Rabu (17/10/2018).
- YLKI: Naikkan Cukai Rokok 57 Persen Demi BPJS Kesehatan
- Catatan Timboel Siregar Tentang BPJS Kesehatan : “Buruk Muka Cermin Dibelah”
Kondisi itu lanjutnya membelenggu BPJS Kesehatan yang berdampak kepada jutaan pasien yang berobat. Maka akibatnya defisit itu lanjutnya pemerintahannya harus turun tangan berkali- kali. Miris memang!
‘Saya ingat, mungkin sebulan lalu harus kami putuskan untuk menambah Rp4,9 triliun dan ternyata masih kurang. Lah, kok enak banget kalau kurang minta’, tegasnya yang tampak berang.
Untuk memperbaiki kinerjanya, Jokowi meminta Dirut BPJS Kesehatan rajin ke lapangan mendengarkan langsung masukan soal pelaksanaan program BPJS Kesehatan. ‘Supaya didapat solusi. Jangan setiap tahun harus dicari solusi. Mestinya masalah tersebut cukup rampung di Menteri Kesehatan dan dirut BPJS Kesehatan. Kalau sampai tahun depan begini lagi, kebangetan‘, sindir Jokowi bernada kesal.
‘Ganti Dirutnya Dong’
Kondisi keuangan BPJS Kesehatan selaku pelaksana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memang selalu sakit. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo beberapa waktu lalu dikutif cnn, mengatakan berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun ini keuangan BPJS Kesehatan berpotensi defisit Rp10,98 triliun. (mulia)