Tepatnya di tengah perkampungan Quba. Taman kecil lengkap dengan air mancur serta empat menara putih yang menjulang ke langit menjadi penanda bahwa pengunjung telah sampai masjid ini. Pengunjung bisa masuk dari sisi kanan atau kiri Masjid Quba. Namun kebanyakan melalui sisi kanan masjid di mana terdapat lapangan luas yang penuh burung merpati.
Di pinggir-pinggir lapangan terdapat lapak-lapak pedagang yang menawarkan suvenir dan buah-buahan khas Timur Tengah. Pagi itu cukup banyak jamaah haji yang berkunjung ke Masjid Quba. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Pahala setara umrah bagi yang melaksanakan salat di Masjid Quba membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke tempat ibadah yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun pertama Hijriah atau 622 Masehi.
"Saya ingin mengetahui sejarah Nabi Muhammad. Masjidnya sangat bagus," kata jamaah haji asal Balikpapan, Sudarti, kemarin. Dalam sejarahnya, ketika hijrah, sebelum masuk ke Kota Yastrib (Madinah), Nabi Muhammad dan para sahabat berhenti di daerah Quba. Rasulullah lalu tinggal beberapa hari di rumah Kultsum bin al-Hadam bin Amr al-Qais, seorang lelaki tua yang masuk Islam sebelum hijrah ke Yatsrib sambil menunggu Ali bin Abi Thalib bersama rombongan.
Baca Juga:
"Saat Rasulullah hijrah ke Madinah dan untanya berhenti, di situlah beliau mendirikan masjid pertama di Madinah," ujar konsultan ibadah PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, Tulus. Seorang sahabat Nabi, 'Ammar Radiyallahu 'anhu, lalu mengusulkan membangun tempat berteduh untuk beristirahat siang dan salat dengan tenang.
Dia kemudian mengumpulkan batu-batu. Rasulullah lalu meletakkan batu pertama tepat di kiblatnya, kemudian Abu Bakar As Siddiq juga datang meletakkan batu dan disusul Umar bin Khattab meletakkan batu di sebelahnya. Nabi Muhammad ikut dalam setiap proses pembangunan Masjid Quba, bahkan menggotong sendiri batu-batunya.
Hingga akhirnya masjid berdiri di tanah milik Kultsum bin Hadam yang biasa digunakan untuk menjemur kurma. Meski sederhana, Masjid Quba bisa dianggap sebagai contoh bentuk masjid-masjid yang didirikan di masa selanjutnya. Bangunan sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.
Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi sebelum akhirnya seperti kondisi saat ini. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Masjid Quba mengalami renovasi dan perluasan pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Hingga kemudian masjid ini memiliki daya tampung hingga 20.000 jamaah. Masjid ini memiliki 19 pintu. Tiga di antaranya adalah pintu utama dan 16 pintu tambahan.