TELENEWS.ID – Pulau Ternate, Maitara dan Tidore dalam beberapa tahun ke depan akan terhubung dengan jembatan Temadore. Jembatan Temadore ditargetkan akan mulai dibangun pada tahun 2022, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Fahri Bachdar, Kamis (15/10).
Dengan adanya jembatan Temadore ini akan menghubungkan dua kota utama di Maluku Utara, yaitu Ternate dan Tidore, sehingga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dapat berkembang dengan lebih baik lagi. Hingga kini, koneksi antara dua kota tersebut hanya dapat dilalui melalui transportasi air, seperti kapal Ferry.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penghubung antar wilayah, khususnya wilayah yang terpisah dengan jalur air, diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan adanya penghubung antar wilayah diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
Baca Juga : Jembatan Batam-Bintan Akan Jadi yang Terpanjang di Indonesia
Saat ini, Fahri mengatakan proses rencana pembangunan masih dalam tahap kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan kajian lainnya yang akan dilakukan hingga tahun 2021. Studi kelayakannya sendiri saat ini telah mencapai 75%. Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat segera dilaksanakan di awal tahun 2022.
PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga juga sedang proses survei untuk mengumpulkan data teknis dan trase optimum. Kabarnya, ada dua alternatif jalur jembatan, yaitu Ternate – Tidore, atau Ternate – Maitara – Tidore. Namun, Fahri mengatakan DPRD belum mengetahui pasti, apakah pembangunan akan dilakukan dari Ternate ke Tidore, atau Ternate ke Maitara. Yang pasti, peletakan pancang pembangunan dimulai dari Kota Ternate, tepatnya di kelurahan Kalumata, Fahri menambahkan.
Terkait dua jalur alternatif jembatan, Ditjen Bina Marga saat ini sedang melakukan kajian lebih jauh untuk pengembangan pulau Maitara. Sehingga, masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan jembatan tersebut dan tidak hanya menjadi penonton.
Menurut data, jarak antara Pulau Ternate dengan Maitara kurang lebih 1 kilometer, sedangkan jarak antara pulau Maitara ke dan Tidore Kepulauan adalah 300 meter. Namun untuk panjang total jembatan Temadore, diperkirakan akan membentang sejauh 2.6 kilometer.
Dari hasil estimasi sementara, Fahri mengatakan pembangunan jembatan Temadore membutuhkan anggaran sebesar Rp. 1.9 triliun dari APBD untuk pembangunan jembatan sepanjang 2.6 kilometer. Hal ini didasarkan pada hasil koordinasi DPRD dengan PUPR.
Jika jembatan Temadore sudah dapat beroperasi, masyarakat Ternate, Tidore dan Maitara yang ingin berdagang tidak lagi harus mengeluarkan biaya ekstra yang cukup mahal untuk menyeberang via jalur air. Sehingga, masyarakat bisa menekan harga jualnya agar lebih menyesuaikan dengan kemampuan beli konsumen.
Fahri mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Tidore kepulauan untuk memulai kesiapan Pemerintah Kota terkait rencana pembangunan jembatan Temadore.