KENDARI, INIKATASULTRA.com – Sudah bukan rahasia umum lagi jika fenomena sejumlah mahasiswi Tanah Air menjajakan dirinya atau nyambi sebagai “Ayam Kampus”. Alasan beragam pun dilontarkan kenapa mereka memilih jalur prostitusi ini.
Apakah itu karena kiriman uang dari orang tua untuk biaya kuliah sering terlambat, faktor ekonomi atau soal asmara yang berujung pada sakit hati. Namun ada juga demi gaya hidup dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Fenomena ayam kampus sudah ada sejak lama terjadi dan umumnya dilakukan dengan diam- diam. Selain itu, desakan ekonomi membuat mahasiswi menjadi ayam kampus karena itu jalan pintas dengan menjual diri cara cepat dan banyak menghasilakan pundi-pundi rupiah.
Ayam kampus berbeda dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) lainnya yang menjajakan diri secara terang-terangan, para ayam kampus ini dalam mencari lelaki hidung belang atau pelanggan lebih eksklusif. Si ayam kampus menggunakan aplikasi sosial media (sosmed) untuk menawarkan jasa “esek-esek”, kepada lelaki hidung belang.
Untuk mencari pelanggan si ayam kampus tak sembarangan. Hal itu karena dengan maraknya kasus prostitusi online yang mencuat ke publik, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan ayam kampus. Selain itu, untuk menawarkan jasa “bisnis haram” tersebut, si ayam kampus memasang foto cantik dan menggoda di biografi sosial media yang digunakan.
Dari memasang foto cantik, biasanya para lelaki hidung belang langsung chatting dengan si ayam kampus untuk menanyakan bisa “dipakai” atau tidak.
Dari hasil penelusuran tim Inikatasultra.com diberbagai sosial media, tim Inikatasultra menemukan mahasiswi yang rela masuk ke dalam dunia prostitusi online alias “Ayam Kampus” di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara dengan menggunakan aplikasi Mi Chat.
Hal ini tersebut dikerjakan mahasiswi berinisal (N), namun kami menyebutnya Bunga. Bunga yang masih berstatus mahasiswi di salah satu kampus yang ada di Kota Kendari. Namun, sayangnya saat ditanya soal kampus swasta atau negeri. Ia engga menjawab pertanyaan tersebut.
Tung, bunyi tanda masuk pesan singkat menjadi pembuka pertemuan antara lelaki hidung belang dengan si ayam kampus yang dipanggil Bunga.
Percakapan itu berawal sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Setelah si ayam kampus mengaku bisa ‘main’, kemudian komunikasi berlanjut untuk menenetukan tarif dan lokasi untuk bercinta.
Perempuan dengan rambut sepunggung itu ingin memastikan lelaki hidung belang jadi datang ke kamarnya atau tidak. Jika, Bunga menilai lelaki tersebut hanya basa-basi maka ia tak segan untuk memblokir calon pelanggan agar tidak bisa dichat lagi.
“Iya, kuliah,” singkat Bunga saat menjawab pertanyaan tim Inikatasultra.com via MiChat, Sabtu (7/12/2019).
Chatting pun berlanjut, saat ditanya terkait alasan harus berprofesi sebagai “Ayam Kampus” di Kota Lulo, Bunga takmenjawab pertanyaan yang dilontarkan tim Inikatasultra.com. Namun bunga membalas dengan. “Mau BO atau chat?,” tanya bunga.
Tim pun menjawab dengan begitu singat. “Cerita maki dulu,” ucap tim saat ditanya oleh Bunga.
Pecakapan masih terus berlangsung, Bunga mengaku berasal dari dua daerah yang kini tinggal di Kota Lulo, hingga menempuh pendidikan tingginya di sini.
“Kendari dan Makassar,” jawab Bunga.
Untuk menjaga keamanan dirinya dan para lelaki hidung belang, biasanya terlebih dahulu memboking Kamar Hotel yang sudah berlangganan dengannya. Ia tak sembarang menerima tamu atau pun hotel yang akan menjadi tempat berbagi cinta dengan lelaki hidung belang.
Maka ia memilih kamar hotel yang ia sediakan sendiri. Untuk tarif harga yang Bunga tawarkan cukup tinggi, dengan harga Rp 850.000, selama dua jam berduaan. Tetapi itu sudah termasuk sewa kamar hotel.
“Rp 850 ribu, 2 jam bebas crot berapa kali,full servis dan sudah termasuk kamarnya,” kata Bunga.
Di sebuah hotel bintang empat di pusat kota Kendari, disitulah Bunga melayani para tamunya yang sudah membokingnya dengan cara memberikan DP (Down Payment) terlebih dahulu.
“Tanda jadi Rp350 wajib transfer, sisanya bayardi kamar setelah main,” lanjut Bunga dalam percakapan dengan tim.
Dari harga Rp850.000, tim Inikatasultra.com mencoba untuk negosiasi agar harga tersebut bisa dikurangi. Dan alhasil tarif tersebut bisa dinego. Dengan balasan yang begitu singkat.
“Rp650.000,” jawab Bunga.
Jangan khawatir walaupun, tarif sudah turun tetapi pelayanannya tetap sama dengan tarif awal yang ditawarkan. Bersambung, kisah selanjutnya akan diterbitkan pada tulisan yang berbeda, masih dengan cerita bunga si ayam kampus. (IS)