Pembalap F1 Kubica Kecelakaan dalam Reli Mobil
Antara
ROMA- Pebalap Formula Satu dari Polandia Robert Kubica menjalani operasi Minggu (6/2) karena mengalami kecelakaan dalam kecepatan tinggi ketika mengikuti reli mobil sehingga masa depannya dalam kejuaraan dunia F1 dikhawatirkan terganggu.
Pebalap berusia 26 tahun dari Tim Lotus Renault itu sedang mengemudi Skoda Fabia, saat ambil bagian dalam Reli Andora di Liguira di barat laut Italia, namun kendaraannya keluar dari jalur lomba dan menghantam tembok gereja.
Ia dilarikan menggunakan helikopter ke RS Santa Corona dekat Pietra Ligure, tempat ia menjalani operasi.
"Dokter berusaha memperbaiki tangan kanannya agar dapat berfungsi lagi," kata Manajer Kubika, Daniel Morelli, kepada wartawan di luar rumah sakit.
"Mereka memperbaiki letak susunan tulang agar sirkulasi darahnya kembali normal. Sekarang mereka sedang memikirkan tentang fungsi otot tetapi Robert memiliki karakter kuat, saya harap ia oke saja," katanya.
Kubica dilaporkan mengalami kecelakaan itu pada pukul 8.30 am ketika ia kehilangan kendali dan menghantam tembok sehingga pintu dan pngaman (roll-bar) kendaraannya ringsek.
Kendaraan itu menghantam tembok bangunan gereja di kawasan itu.
Navigatornya, Jacub Gerber, terhindar dari cedera dan berhasil keluar dari kendaraan ringsek itu, tetapi Kubika tetap berada di dalam.
"Kami sedang melewati kilometer keempat dari lintasan khusus itu," jelas Gerber.
"Saya sedang melihat pada catatan rute dan tidak menyangka kendaraan akan terbang keluar lintasan," katanya.
"Saya masih sempat melihat Robert memegang lengannya tapi kemudian ia tidak sadarkan diri," katanya.
"Robert bukan hanya pengemudi yang hebat tetapi juga rekan yang amat bersahabat dan saya kira ia akan cepat tampil lagi," katanya.
Kubica dilaporkan sudah siuman ketika petugas kesehatan memindahkannya dari kendaraannya.
Ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit menggunakan helikopter setelah diketahui mengalami beberapa jenis cedera pada lengan dan kemungkinan mengalami trauma.
"Setelah menjalani operasi pagi ini Kubica dinyatakan memang mengalami cedera bergeser tulang lengannya pada beberapa bagian," demikian pernyataan yang dikeluarkan Tim Lotus Renault.
"Ia saat ini sedang menjalani operasi di RS Santa Corona di Pietra Ligure," katanya.
Media Italia menyatakan hidupnya tidak dalam keadaan berbahaya tetapi kemungkinan ia tidak dapat menggunakan daya kekuatan lengannya seperti biasanya.
Dengan dimulainya lomba pembuka F1 musim ini hanya lima minggu lagi, maka kelihatannya pebalap cadangan akan mengambil tmpat Kubica pada perlmbaan di Bahraina.
Bos tim prinsipal Lotus Renault Eric Boullier mengatakan, ia amat terkejut dengan kecelakaan yang menimpa pebalapnya.
"Robert amat kami dambakan. Ini betul-betul menyedihkan. Kami semua amat terkejut," kata Boullier.
"Ia mengalami cedera pada beberapa bagian. Lengannya paling parah. Terlalu dini dan tidak sopan untuk segera memikirkan penggantinya. Kami sedang menunggu berita berapa lama Robert harus beristirahat, sebelum kami mengambil keputusan," katanya.
Ini bukan yang pertama Kubica mengalami kelakaan hebat, setelah sebelumnya ia pernah menghantan tembok ketika melaju dengan kecepatan 300 km per jam dalam Kanada GP pada 2007.
Ketika itu berada dalam tim Sauber, Kubica melejit dari lintasan dan terbang ke tembok, sebelum terhempas lagi ke lintasan dan menabrak satu pengaman ke pengaman di seberang lintasan.
Tapi Kubica tidak mengalami cedera serius kecuali bergeser pergelangan kakinya dan beberapa luka kecil lainnya.
Ia tidak mengikuti hanya satu perlombaan grand prix setelah kecelakaan itu.
Rekan pebalapnya mengirim ucapan duka atas kejadian yang menipa Kubica.
Pebalap veteran di Williams, Rubens Barrichello, menulis dalam Twitter, "Saya ingin Anda mengucapkan hal terbaik agar Kubica sembuh. Ia akan menjalani operasi pada lengang kanan. Kami semua mencintainya dan berharap ia mendapatkan hal yang terbaik." (ant/hrb)
Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)