Makin banyak yang datang untuk berziarah, itu sama artinya makin banyak pula yang akan minta bantuan jasa pendoa. Para pendoa ini biasanya membantu memimpin doa di depan makam anggota keluarga yang datang berziarah. Atas jasanya mendaraskan doa tersebut, sejumlah uang akan diberikan sebagai imbalan.
Salah satu pendoa yang tengah menikmati berkah tersebut adalah Fahrudin. Pria berusia 27 tahun asal Parung, Bogor, Jawa Barat ini sudah dua tahun menjalani profesi sebagai pendoa di tempat pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan. Sehari-harinya, dia membantu peziarah sejak pukul delapan pagi hingga menjelang Magrib. Selain Fahrudin, di TPU ini terdapat 14 pendoa yang terdaftar di yayasan pengelola makam.
Pada hari biasa, penghasilan yang didapatnya cuma berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Namun, saat berkah Ramadan tiba, imbalan yang didapat bisa mencapai Rp 125 ribu per hari. Diakui oleh Fahrudin, pekerjaan sebagai pendoa tidak menjanjikan penghasilan yang cukup untuk menghidupi istri dan anaknya. Dia tetap bertahan dengan profesi ini semata-mata karena dianggapnya mampu mendatangkan ketenteraman batin. Hingga kini, belum terpikir oleh Fahrudin untuk beralih profesi. Bukannya tidak mau, tapi karena dia tidak mempunyai keahlian lain.
Sementara di Jambi, ada sebuah tradisi Ramadan yang disebut sedekah ruah. Tradisi ini dilaksanakan selepas salat Magrib sampai tengah malam. Warga secara bergiliran mengundang warga lainnya untuk berkunjung ke rumahnya. Kunjungan itu, selain dijadikan ajang silaturahmi juga diisi dengan pengajian dan doa. Dalam sedekah ruah ini biasanya di bacakan surat Yasin, serta tahlil dan tahmid yang diakhiri dengan jamuan yang menyajikan hidangan khusus.
Sedekah ruah biasanya dipimpin seorang ulama yang bertugas memimpin doa. Dalam satu hari, undangan untuk menghadiri sedekah ruah bisa datang dari beberapa warga yang semua itu wajib hukumnya untuk didatangi. Tradisi ini, selain sebagai ajang silaturahmi, juga merupakan tempat untuk saling berbagi rezeki antara warga yang mampu dengan yang tidak mampu.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)