CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 19:34 WIB
Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto kembali bertarung dalam Pilpres. Ia berdampingan dengan Sandiaga Uno sebagai paslon nomor urut 02 dalam Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan calon presiden Prabowo Subianto adalah orang yang polos jika ditanya soal agama. Dia menanggapi pernyataan La Nyalla Mattalitti yang menyebut Prabowo tak berani memimpin salat dan membaca Alquran.
Riza mengatakan Prabowo selalu mengamini bahwa dirinya bukan ulama, ustaz, ataupun ahli agama. Begitu pula dengan cawapres yang jadi pasangan Prabowo,Sandiaga Uno. Riza pun berharap jangan meminta Prabowo atau Sandi untuk ceramah agama.
"Kalau ditanya agama dia polos. 'Saya ini bukan ahli agama'. Dia jujur mengakui bukan ahli agama. Bukan ustaz bukan ulama. Jangan minta Prabowo ceramah agama," kata Riza saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (11/12).
Lihat juga: La Nyalla: Prabowo Tak Berani Pimpin Salat dan Baca Alquran
Sebelumnya, pada Selasa (11/12) siang,La Nyalla menyebut Prabowo tidak berani memimpin salat dan membaca Alquran lantaran tidak memahami ajaran Islam dengan baik.
Riza menilai pernyataan La Nyalla itu tidak substansial. Dia berpendapat pernyataan itu dilontarkan kubu lawan politik pendukung paslonJoko Widodo-Ma'rufAmin karena takut kalah.
"Enggak Substansial. Ya, begitu kalau orang mau kalah. Biasa. Cari-cari yang enggak ada substansinya, enggak ada hubunganya," kata Riza.
Rizapun menyayangkan kontestasi Pilpres 2019 diwarnai dengan pernyataan miring tanpa substansi. Menurutnya, soal ibadah adalah urusan pribadi seseorang.
"Masa saya ikutan menguliti Pak Jokowi, ya enggak perlu dong," ujarnya.
Lihat juga: La Nyalla: Potong Leher Saya Kalau Prabowo Menang di Madura
Riza mengklaim Prabowo sudah memenuhi empat syarat sifat pemimpin menurut Nabi Muhammad SAWyaitu Shiddiq, Amanah, Tablig, dan Fathonah.
"Bandingkan saja dengan pemimpin yang lain. Incumbent atau tokoh yang lain," lanjutnya.
La Nyalla Diminta Belajar Islam
Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad meminta La Nyalla belajar Islam sebelum menuding Prabowo tak berani memimpin salat dan membaca Alquran.
"Yang ngomong itu (La Nyalla) juga tolong belajar Islam lebih banyak," kata Dasco kepada CNNIndonesia.com.
Dasco mengatakan kadar keislaman seseorang tak bisa diukur dengan berani memimpin salat atau tidak. Dalam setiap kesempatan ketika hendak salat, kata Dasca, Prabowo menghargai para kiai dan alim ulama untuk menjadi imam.
"Itu tandanya adalah rendah diri beliau dan rasa menghormati para ulama," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Lihat juga: La Nyalla Mengaku Sebar Isu Jokowi PKI, Kristen dan China
Menurut Dasco, bukan berarti dengan menjadi seorang imam salat maka kadar keislamannyalebih baik dari siapapun. Dasco mengatakan pihaknya tak mempersoalkan soal keislaman Jokowi.
"Tetapi bukan karena Pak Jokowi berani memimpin salat lalu kemudian kadar keislaman Pak Prabowo lebih rendah karena tidak mau mimpin solat," ujar Dasco.
Sementara itu, Sekretaris BPN Prabowo-Sandi, Hanafi Rais menyebut Prabowo bukan dalam posisi tak berani memimpin salat. Menurutnya, Prabowo memahami adab dan syariat Islam dengan baik.
"Ngimamin salat dan baca quran kok untuk dipertontonkan, jatuhnya riya dan habislah semua amal saleh sebelumnya," kata Hanafi kepada CNNIndonesia.com.
Sebelumnya, La NyallamengatakanPrabowo tak berani memimpin salat berjamaah maupun membaca Alquran dengan baik ketimbang Jokowi. Sebab, menurutnya, Prabowo belum memahami ajaran Islam dengan baik.
"Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Enggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo Baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat," kata dia.
(fra/pmg)
Lihat juga: Salah Satu Markas Prabowo-Sandi di Jateng Dekat Rumah Jokowi
La Nyalla Mattalitti menyebut Prabowo tidak berani memimpin salat dan membaca Alquran. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Pengacara Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail menganggap itu sebagai bentuk tegaknya kepastian hukum.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER