Saksi mata di Yangon menyebut polisi juga menggunakan granat kejut dan melepas tembakan peringatan ke udara saat membubarkan demonstran.
Menurut saksi mata dan media lokal, situasi serupa juga terjadi di kota Mandalay -- kota terbesar kedua di Myanmar -- dan di beberapa kota lainnya, termasuk Dawei di Myanmar bagian selatan. Di antara orang-orang yang ditahan di Mandalay adalah Win Mya Mya, yang merupakan salah satu dari dua anggota parlemen Muslim dari Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) yang berkuasa di Myanmar.
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, menyatakan agar otoritas berwenang menggunakan kekuatan minimal dalam menindak demonstran. Namun faktanya, sedikitnya tiga demonstran tewas dalam unjuk rasa antikudeta beberapa pekan terakhir. Militer juga menyebut satu polisi tewas saat bertugas.
(nvc/idh)