Jakarta - Penyanyi balada Ebiet G Ade mengakui bahwa Camellia merupakan salah satu faktor penunjang sukses dalam karir musiknya, dan begitu suksesnya sampai dia takut akan lupa diri sehingga akhirnya memutuskan untuk "mematikan" sosok tersebut.
Namun demikian, Ebiet menegaskan Camellia hanyalah tokoh rekaan dalam imajinasi kreatifnya.
"Itu hanya sosok imajiner saja dalam pikiran saya, tidak pernah ada," kata Ebiet saat konser solo di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/9) malam.
"Banyak orang yang mengatakan Camellia benar ada, sampai ada yang bilang itu makamnya Camellia di sana," ujarnya disambut tawa penonton.
"Dulu saya tidak keberatan dengan hal itu, karena penting bagi karir saya. Namun kemudian saya tidak bisa menerima lagi sejak mengenal wanita yang saya cintai dan kemudian menjadi istri saya hingga saat ini," kata Ebiet, yang menikah dengan Koespudji Rahayu Sugianto atau lebih dikenal sebagai Yayuk Sugianto pada 4 Februari 1982.
Ebiet meluncurkan album perdananya pada 1979, dan uniknya dalam debut komersial ini dia sudah merancang sebagai sekuel dengan nama Camellia I, seperti yakin bahwa debutnya ini akan sukses sehingga akan meluncurkan yang kedua dan seterusnya.
Ternyata memang benar, pada tahun yang sama dia menerbitkan album kedua Camellia II, disusul Camellia III pada 1980.
Kesuksesan ini membuat Ebiet muda justru ketakutan akan menjadi takabur.
"Maka saya putuskan untuk 'membunuh' Camellia," kata Ebiet, 63, di TIM. Maka pada 1980 diluncurkan album Camellia IV, terakhir kali musiknya mengusung nama itu. Judul lagu Camellia IV diberi tambahan kata Requiem atau musik untuk menghormati orang yang telah meninggal.
Setelah sekuel Camellia I sampai IV, Ebiet merilis album kelima dengan judul "Langkah Berikutnya", pesan tegas bahwa dia sudah melupakan tokoh imajiner tersebut. Sampai sekarang, setidaknya dia telah merilis 22 album.
Sumber: BeritaSatu.com