JAKARTA - Ketua Umum GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas menilai Nur Sugi Rahardja atau Gus Nur tidak pantas mengaku sebagai ustaz.
Sebab, apa yang disampaikan dalam setiap ceramahnya hanya berisi hasutan dan merusak cita Islam.
“Bagi orang yang tidak tahu Islam, melihat omongan-omongan Sugi ini gawat sekali,” tandasnya dikutip dari RMOL.
Karenanya, dia merasa lega Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri berhasil menangkap Gus Nur.
Menurutnya, Sugi telah melakukan pelanggaran hukum penyebaran ujaran kebencian sekaligus melecehkan NU.
Gus Yaqut mengatakan Nur Sugi bukanlah anak seorang kiai. Penyematan gelar Gus dilakukan secara pribadi.
Atas alasan itu, Gus Yaqut berharap agar masyarakat tidak terkecoh dengan penceramah yang menggelari diri sendiri tersebut.
“Dia enggak tahu malu. Enggak ada tiba-tiba orang dapat sebutan Gus,” tegas Gus Yaqut, Minggu (25/10).
Legislator dari Fraksi PKB ini mengurai, Nur Sugi merupakan orang yang kerap melakukan ujaran kebencian dalam setiap ceramahnya. Sehingga dia berharap aparat kepolisian bisa memproses hukum Nur Sugi dengan cepat.
“Ya memang dilihat dari perilakunya, cara bicaranya, emang dia ini orang yang enggak tahu malu. Ini hukuman yang setimpal atas perilaku Sugi yang banyak melakukan penghasutan, pecah belah, ujaran kebencian. Mulutnya memang kotor sekali,” katanya. (sta/rmol/pojoksatu/ima)
Serangan yang dilancarkan terduga teroris Zakiah Aini atau ZA (26) di Mabes Polri, pada Rabu (31/3) sore mendapat perhatian banyak pihak.Indonesia Police Watch
Rumah pelaku penyerangan Mabes Polri yang berada di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur digeledah polisi usai insiden.Polisi juga telah memasang garis
Senjata airsoftgun yang dibawa oleh terduga teroris ZA saat menyerang Markas Besar Polri (Mabes Polri) pada Rabu (31/3) masih terus didalami.Informasi yang
Rabu (31/3), ZA sekira pukul 16.30 sore memasuki gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. ZA masuk melalui pintu 3 Gedung Utama Mabes Polri, dengan
Terduga teroris bernama Zakiah Aini (ZA), 25, yang ditembak mati di Mabes Polri memiliki akun Instagram yang baru mem-posting 21 jam sebelum kejadian.
Zubairi Djoerban menilaikebijakan pemerintah terkait tes GeNose C19 bisa jadi syarat perjalanan semua transportasi terlalu nekat.
Data sudah habis / Pencarian dibatasi.