Foto:
Nama Lengkap : Seto Mulyadi
Alias : Kak Seto
Profesi : Pakar
Agama : Islam
Tempat Lahir : Klaten, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Selasa, 28 Agustus 1951
Zodiac : Virgo
Warga Negara : Indonesia
Seto Mulyadi adalah seorang mahasiswa psikologi Universitas Indonesia pencipta karakter Si Komo yang terkenal di awal tahun 80-an. Kala itu, stasiun televisi yang ada hanya TVRI, satu-satunya stasiun televisi yang menyuguhkan tontonan bermutu bagi anak-anak. Selengkapnya
Kondisi kesehatan Seto Mulyadi atau Kak Seto dikabarkan menurun. Kak Seto didiagnosis mengidap penyakit kanker prostat.
Kak Seto meminta agar pemda benar-benar memperhatikan kesiapan banyak pihak sebelum memutuskan pembelajaran tatap muka. Jangan sampai pembelajaran tatap muka menambah beban tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.
Dia meminta para orangtua untuk tidak bertengkar ataupun melakukan kekerasan pada anak. Sebab, hal itu hanya akan menambah tingkat stres anak-anak yang sudah delapan bulan di rumah di rumah saja.
Kak Seto mengingatkan orang tua dan institusi pendidikan untuk menjaga mental anak. Sekaligus menghindari tindak kekerasan atas nama pendidikan.
Dia menegaskan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pelaku sudah sewajibnya dikenakan hukuman berat, bahkan pidana hukuman mati terhadap pelaku.
Menurut Seto, anak-anak merasa tertekan karena cara orangtua yang melakukan pemaksaan dalam memberikan pembelajaran. Pemaksaan ini dimaksudkan agar anaknya mengerti.
Wabah virus Corona atau Covid-19 tengah menghantui seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Beberapa perusahaan pun mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk menekan penularan Covid-19.
Berkaca pada kasus ini, kata Kak Seto, sudah seharusnya program tentang pemberdayaan warga yang disosialisasikan sejak 2012 benar-benar dihidupkan. Di mana lembaga seperti RT dan RW harus mampu menjadi wadah paling efektif untuk mengawasi tumbuh kembang anak lingkungan tempat tinggalnya.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai kasus perundungan atau bullying di sekolah sudah memprihatinkan.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengaku prihatin dengan masih maraknya konten negatif di platform digital. Lebih miris karena tayangan tersebut bisa dilihat oleh anak-anak.
Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi, menilai adanya budaya maupun tradisi yang harus dikoreksi terkait joki cilik di lintasan berkuda itu. Dari pandangannya, perlombaan itu sebetulnya masuk kategori orang dewasa.
Selain itu, pelajar juga ada yang terpengaruh sejumlah isu yang masih belum jelas.
Solusi untuk polemik ini, pria yang akrab disapa Kak Seto menyarankan agar pemerintah mengambil alih untuk mencari jalan tengah. Karena larangan eksploitasi anak ini berasal dari pemerintah.
menurut Kak Seto, penggunaan badan anak untuk iklan atau promosi sebagai bentuk eksploitasi. Mengingat dalam audisi, setiap anak yang menjadi peserta memakai baju dengan tulisan dan logo Djarum Foundation.
Rizka adalah pemenang Kontes Komik Superhero UNICEF School, yang diluncurkan pada Oktober 2018 di New York Comic-Con.
Remaja penghina & pengancam Jokowi diminta menuliskan permintaan maaf secara terbuka. Hukuman jera yang dimaksud oleh Seto adalah membuat pernyataan permintaan maaf. Dia menyarankan agar S menulis permintaan maaf kepada Presiden Jokowi.
Kak Seto juga khawatir kalau anak diglorifikasikan sebagai pelaku, maka dapat memunculkan kembali anak-anak lain yang dilibatkan dalam aksi teror.
Bertemu Jokowi, Kak Seto ingin hidupkan mainan tradisional dan dongeng.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, tidak adanya kegiatan membuat anak-anak mudah tergelincir dalam berbagai kasus seperti perampokan, pemerasan, narkoba, seks bebas dan perilaku menyimpang lainnya.
Kasus Paedofilia, Kak Seto minta ortu tak posting foto anak. "Mohon hati-hati. Mungkin memang lucu, tapi itu bisa jadi incaran kaum pedofilia. Itu sangat merangsang bagi mereka. Pakaian yang penuh. Kita mungkin memang tidak menyangka," pungkas Kak Seto.
Berita Selengkapnya
Foto Selengkapnya
BERITA TERKAIT
PROFIL LAINNYA