Kejadian itu diungkap Axios dalam laporannya pada hari Minggu. Sekadar diketahui, “nuclear football” berwujud koper atau tas kerja yang nyaris tak pernah lepas dari tangan ajudan militer presiden AS.
Sesuai protokol, koper berisi tombol-tombol perintah serangan nuklir itu wajib selalu berada di dekat presiden AS di mana pun dan kapan pun. Dengan koper itu, seorang presiden AS setiap saat bisa meluncurkan serangan nuklir dengan memencet tombol perintah yang terhubung langsung ke eksekutor nuklir Pentagon.
Insiden di Beijing itu membuat Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, turun tangan. Menurut laporan, Kelly sempat “ribut” dengan seorang petugas keamanan China yang mencegah ajudan militer Trump membawa “nuclear football” masuk ke ruangan untuk berada di belakang Trump.
Baca Juga:
Agen Secret Service lantas menangani petugas keamanan China tersebut. Setelah dijelaskan bahwa “nuclear football” AS tidak pernah berhubungan dengan seorang pejabat asing dan detail keamanannya, China lantas meminta maaf.
Koper berisi tombol perintah serangan nuklir AS tersebut berwarna hitam dan dikenal sebagai “tas darurat presiden”.
Namun, menurut sebuah laporan dari Axios, ketika Trump bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Aula Besar Rakyat Beijing, petugas keamanan China menghalangi masuknya ajudan yang membawa koper hitam tersebut.
Seorang pejabat AS bergegas memberi tahu Kepala Staf Trump, John Kelly. Kelly, menurut laporan itu mengatakan kepada pejabat tersebut; "Kami pindah”.