AGolf.xyz- Bali masih menjadi pulau favorit wisatawan untuk berlibur. Kebudayaannya selalu menjadi salah satu daya tarik wisatawan, termasuk kesenian asli Bali yaitu Tari Kecak Uluwatu. Tarian yang diciptakan pada tahun 1930 oleh Wayan Limbak in, merupakan salah satu pertunjukan yang paling diminati wisatawan.
Tarian ini merupakan pertunjukan yang dilakukan di atas tebing di kawasan Pura Uluwatu. Tari yang kental suasana magis disajikan dengan latar belakang laut yang indah ini dipentaskan setiap harinya. Terdapat 50 orang penari yang duduk melingkar sambil mengucapkan kata “cak-cak-cak-cak” secara serentak.
View this post on Instagram
Terbayang gak, tari kecak ini di tonton 1400 orang ? . Saking magisnya setiap akhir minggu jumlah penonton tari kecak ini sangat membludak. Apalagi dari wisatawan mancanegara. . Yang unik dari tari kecak ini, tarian ini sama sekali tidak di iringi dengan alat musik atau gamelan apapun, tetapi hanya menggunakan paduan suara "cak" dari hampir 70 orang pria yang berlangsung hampir 1 jam tanpa henti. . Kira-kira berapa ya tiket tontonan tari kecak ini ? . Credit To : @s_pinandita . . #bali #uluwatu #tarikecakuluwatu #asafriends #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #lifeofadventure #indoneisantraveler #exploreindonesia #jelajahiindonesiamu
Meski semua orang sudah tahu tentang kesenian asli Bali ini, tetapi pengunjung mungkin belum mengetahui tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menonton Tari Kecak Uluwatu ini. Berikut 5 tips saat menonton Tari Kecak Uluwatu yang harus diperhatikan
1. Antri Sebelum Jam 4 Sore
Kesenian ini tidak pernah sepi pengunjung, dan kebanyakan orang gagal menonton pertunjukan ini karena kehabisan tiket. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya datang lebih awal sebelum loket dibuka, biasanya jam 17.00 WITA dengan antrian yang cukup kacau. Lebih baik datang lebih awal sekitar jam 4 sore.
2. Mengenakan Kain Khusus
Saat masuk Pura Uluwatu, pengunjung akan melihat sebuah kotak besar berisi dua jenis kain, berwarna ungu dan kuning atau jingga. Semua pengunjung wajib menggunakan kain ini saat masuk ke lokasi. Warna ungu diperuntukan untuk pengunjung yang menggunakan celana pendek atau rok pendek. Sedangkan kain berwarna kuning atau jingga untuk pengunjung yang menggunakan celana atau rok panjang.
3. Simpan Barang Berharga
Hal ini bukan tanpa alasan. Menyimpan barang-barang berharga bertujuan untuk menghindari gangguan dari monyet-monyet di sekitar Pura Uluwatu. Monyet-monyet ini suka dengan barang-barang yang berkilau dan terlihat mahal, seperti perhiasan, kacamata, gadget, dan barang-barang sejenis.
4. Dua Pintu Masuk Pura
Untuk orang yang baru pertama kali mengunjungi Pura Uluwatu, mungkin akan masuk melewati pintu utara Pura yang berada di sisi kanan parkir. Padahal bisa juga melalui pintu sebelah selatan, dan letaknya lebih dekat ke arena tari kecak dan loket tiketnya. Jalur selatan juga lebih aman dari gangguan monyet-monyet.
5. Cari Tempat Duduk Strategis
Menonton Tari Kecak Uluwatu yang nyaman adalah berada di posisi melihat matahari terbenam di tribun penonton yang tidak terlalu depan. Tarian dimulai pada pukul 18.00 WITA, sehingga sebaiknya datang 30 menit sebelum acara untuk mendapatkan tempat duduk yang strategis.