Sebelumnya diberitakan, empat warga yang merupakan satu keluarga asal Desa Lembatongoa dibunuh secara sadis. Korban ada yang dibakar hingga kepala ditebas.
Keterlibatan kelompok teroris MIT sebelumnya diungkap Kapolda Sulteng Irjen Abd Rakhman Baso. Irjen Rakhman Baso mengatakan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terlibat dalam pembunuhan sadis itu. Keterlibatan MIT didasari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Jadi dari hasil olah TKP serta keterangan saksi bahwa aksi sadis yang menyebabkan empat orang warga Kecamatan Palolo tewas dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata MIT," kata Kapolda Sulteng Irjen Abd Rakhman Baso kepada detikcom, Sabtu (28/11).
Polisi sudah menginterogasi lima saksi. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah sekitar sepuluh orang.
Sebanyak tiga orang di antaranya membawa senjata api (senpi). Awi mengatakan, menurut keterangan saksi, diketahui ada tiga pelaku yang merupakan bagian dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kelompok Ali Kalora.
"Ada lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang-lebih 10 OTK, 3 orang bawa senpi (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam). Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini bahwa identitas 3 orang OTK tersebut adalah teroris pok Ali Ahmad @Ali Kalora dan kawan-kawan," ujar Awi.
(ibh/dnu)