Karakter superhero identik dengan film layar lebar Hollywood milik Amerika. Tapi, bukan cuma Amerika aja lho yang punya superhero yang ikonik. Malaysia pun nggak mau kalah, ia memiliki karakter superhero dengan julukan Cicak Man.
Cicak Man ini muncul dalam film hasil garapan Kru Film. Ini menjadi percobaan pertama kalinya Malaysia melahirkan adihero; sebutan superhero oleh orang Malaysia. Cicak Man diceritakan tinggal di kota fiktif yang bernama Metrofulus. Genre film adalah komedi-aksi dan sains fiksi. Keberadaan Cicak Man dipuji sebagai satu evolusi bagi industri perfilman Malaysia.
Cicak Man di dalam film bernama asli Hairi merupakan seorang pemuda yang kurang percaya diri. Ia memiliki teman dekat bernama Danny, pemuda yang digilai para wanita.
Saat melakukan penelitian pada seekor cicak, Hairi secara tidak sengaja menelannya. Dia dengan sahabat karibnya, Danny, bekerja di perusahaan milik Profesor Klon di Kota Metrofulus. Setelah kejadian itu, Hairi merasakan perubahan dalam dirinya. Dia mulai bersikap layaknya seekor cicak yang berupaya memanjat dinding, luka yang dialaminya menjadi lebih lekas sembuh dan piawai dalam menggunakan lidahnya yang panjang.
Profesor Klon pernah melakukan sebuah penelitian mengenai Gingerboys. Namun, penelitian yang dilakukan mengalami kegagalan. Sehingga, hal tersebut membuat Gingerboys menjadi cacat dan ia ingin membalas dendamnya kepada Profesor Klon. Tapi, Profesor Klon tidak hanya diam. Ia berupaya untuk mencegah aksi balas dendam Gingerboys dengan menaklukan Metrofulus.
Pada saat yang bersamaan, Hairi beserta sahabatnya Danny, sudah mencurigai maksud jahat Profesor Klon dengan anak buahnya. Setiap kali kota Metrofulus tertimpa penyakit, Profesor Klon akan muncul untuk menawarkan sebuah penawarnya. Dalam percobaannya melakukan kejahatan untuk merebut kekuasaan, Profesor Klon menculik 5 orang menteri Metrofulus dan menukarnya dengan klon ciptaannya. Hairi dan Danny sudah menduga hal itu, lalu berusaha untuk mencegahnya.
Selain itu, ada juga bumbu cinta Cicak Man dengan wanita bernama Tania, yang diperankan oleh aktris Malaysia, Fasha Sandha.
Film ini laku keras di Malaysia. Dengan memerlukan biaya produksi sekitar Rp4,8 miliar, pendapatan kotor mencapai Rp18,3 miliar. Melihat antusiasme para penonton, film ini dibuatkan sekuel Cicak Man 2 – Planet hitam. Di dalam film ini juga terlibat aktris asal Indonesia, yakni Tamara Blezynky.