Laporan media lokal menyebut satu orang lainnya tewas dalam unjuk rasa di distrik Dagon Utara, Yangon -- kota terbesar di Myanmar. Berbagai foto yang diposting ke Facebook menunjukkan seorang pria tergeletak dalam posisi telungkup di jalanan, dengan darah mengalir dari cedera di kepalanya.
Jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa antikudeta di Myanmar ini terjadi setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) merilis pernyataan bersama yang isinya mengecam penggunaan kekerasan oleh militer Myanmar terhadap para demonstran.
Pernyataan bersama Dewan Keamanan PBB itu juga mendukung transisi demokrasi dan 'menekankan perlunya menegakkan lembaga dan proses demokrasi, menahan diri dari kekerasan, sepenuhnya menghormati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental serta menegakkan supremasi hukum'.
(nvc/imk)