Kamis, 26 September 2019 07:25 WIB
Sebanyak 50 Mahasiswa ‘Hilang’ Usai Demo, Polisi Beri Penjelasan
Kepolisian menjelaskan keberadaan sekitar 50 mahasiswa yang diduga hilang setelah demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat, dua hari lalu.
Dibaca : 8.785 kali
Kepolisian akhirnya menjelaskan keberadaan sekitar 50 mahasiswa yang diduga hilang setelah demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat, dua hari lalu. Penjelasan itu penting demi transparansi.
Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta-mendapat laporan bahwa sekitar 50 mahasiswa tidak diketahui keberadaannya setelah melakukan aksi demo menolak rancangan undang-undang bermasalah di DPR yang berujung ricuh. Data tersebut didasarkan pada laporan yang didapatkan LBH Jakarta sejak Rabu dini hari, 25 September 2019.
"Ada yang mengatakan temannya ditangkap, ada yang belum kembali, mereka khawatir karena polisi menyisir berbagai wilayah," kata Direktur LBH Jakarta, Arief Zulkifli di kantornya, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.
Rinciannya antara lain sebanyak 26 mahasiswa dari Universitas Singaperbangsa Karawang, 6 mahasiswa dari Universitas Jenderal Ahmad Yani, 2 mahasiswa dari Universitas Padjajaran, 4 mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta, 2 mahasiswa dari Institut Kesenian Jakarta, dan 5 mahasiswa dari Universitas Yarsi.
Penjelasan kepolisian (update)
Belakangan terungkap, sebagian mahasiswa itu diperiksa di Polda Metro Jaya. Misalnya, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. Ketua Dewan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi, mengatakan bahwa tiga rekannya yang dikabarkan hilang sebelumnya kini telah diketahui keberadaannya saat demo mahasiswa.
Sultan mengatakan, ketiga mahasiswa bernama Iqbal Fadli dari Fakultas Tarbiyah, Firman Irsan Mawardi dan Dodi Kurniawan dari FISIP. "Semalam belum bisa dibebaskan. Kami berharap hari ini bisa dibebaskan," kata Sultan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono juga mengatakan sebanyak 56 mahasiswa diserahkan ke universitasnya masing-masing. Sebelumnya, polisi menangkap 94 orang dalam demo mahasiswa di depan gedung DPR RI yang berujung rusuh Selasa, 24 September lalu.
"Kita serahkan ke universitas mereka masing-masing untuk dilakukan pembinaan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis, 26 September 2019. Ia mengatakan 56 mahasiswa itu berasal dari Universitas Buana Perjuangan Karawang dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Menurut dia, para mahasiswa itu dikawal anggota Polres Karawang ke kampusnya masing-masing. Adapun 38 mahasiswa lain yang tersisa, Argo mengatakan masih menjalani proses pemeriksaan.
Penanganan anak STM lebih transparan
Mahasiswa yang ikut demo memang sudah tergolong usia dewasa. Adapun anak-anak STM umumnya masih di bawah umur. Kendati begitu, kepolisian semestinya juga mengumumkan lebih cepat mahasiswa yang ditangkap seperti halnya yang dilakukan terhadap anak-anak STM.
Polres Metro Jakarta Utara, misalnya, telah mengembalikan ratusan pelajar kepada sekolah dan orangtua masing-masing begitu demo usai. Para pelajar itu ditangkap oleh aparat kepolisian saat terlibat aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di sejumlah kawasan di Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019).
“Kita amankan pelajar itu, dan kita kembalikan mereka dengan menggunakan kendaraan dua truk besar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto .Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, juga menjelaskan bahwa sekitar 200 anak STM dibawa ke Polda untuk diperiksa.
Perlu Hati-hati
Kepolisian sebaiknya berhati-hati menangani para mahasiswa dan anak-anak STM yang ditangkap. Pada dasarnnya demonstrasi merupakan wujud dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
Pemeriksaan yang berlebihan hanya akan menambah keresahan masyarakat yang kini telah kecewa dengan serangkain langkah politik pemerintah dan DPR. Apalagi demo masih akan berlangsung di berbagai kota dan daerah. Di Surabaya bahkan siswa sekolah diliburkan karena mahasiswa yang berdemo. ***
Catatan: artikel ini sudah di update pada 26 September 2019, pukul 14.10 WIB
Artikel lain:
Presiden Jokowi Masih Nekat? Inilah 3 Penyebab Demo Generasi Milenial Bisa Dahsyat
Suka dengan apa yang Anda baca?
Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.
Jumat, 19 Maret 2021 07:41 WIB
Ini Jenis FABA yang Tidak Beracun, Banyak Aktivis Salah Paham
Dibaca : 906 kali
Ada banyak aktivis yang mencampuradukkan antara kandungan zat aktif batu bara dan FABA. Mereka terjebak dalam kesesatpikiran antara kegiatan penambangan dan postfactum proses pemanfaatannya, yaitu FABA. Kemudian narasi yang umum dipakai adalah soal ancaman debu halus pada warga sekitar pembangkit atau mereka yang bekerja di tambang. Beberap aktivis mencampuradukkan dua hal berbeda dan mengaburkan fakta yang sebenarnya. Misalnya pendapat Tarsoen Waryono yang mengkritik kebijakan Presiden Jokowi yang mengeluarkan limbah batu bara dari kategori limbah B3. Ia menilai pemerintah kurang etis dalam menyikapi risiko dari limbah batu bara FABA.
Kamis, 18 Maret 2021 15:39 WIB
Mahfud MD, Menyelamatkan Rakyat, Boleh Melanggar Konstitusi
Dibaca : 773 kali
Rasanya pernyataan Mahfud kali ini, boleh melanggar hukum demi menyelamatkan rakyat, tidak tepat dan tidak pas di saat rakyat tahu bahwa pelanggaran hukum yang mereka lakukan silih berganti, bukan untuk rakyat, tapi untuk kepentingan mereka sendiri.
Minggu, 14 Maret 2021 06:25 WIB
Limbah Abu Batu Bara Dihapus dari Daftar Limbah B3, Mengapa?
Dibaca : 1.078 kali
Pemerintah telah mengeluarkan kebijak terbaru mengenai penghapusan limbah abu batu bara dari daftar limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3. Bagaimana bisa limbah FABA dinyatakan non limbah B3?
Selasa, 9 Maret 2021 12:44 WIB
Ajakan Membenci Produk Asing, Salah Siapa?
Dibaca : 549 kali
Mengapa sih, Bapak Presiden harus menggunakan diksi itu? Jadi, riuh dan kontroversi saja? Jelas pilihan kata membenci tidak tepat dan jauh dari edukatif!an
Senin, 8 Maret 2021 07:16 WIB
Kudeta Moeldoko, Kepentingan Siapa, Sih?
Dibaca : 674 kali
Bersyukurlah, tetap menjadi rakyat jelata yang tetap punya rasa malu, miskin harta dan tahta, namun tetap tinggi harga diri dalam kehidupan duniawi. Tak menjadi manusia serakah dan lupa diri. Kira-kira bagaiman sikap dan tanggapan Presiden kita? Meski sudah ada menterinya yang bilang masalah Moeldoko adalah masalah internal. Benarkah? Benarkah bukan karena ada tujuan dan kepentingan yang lebih besar, hingga Moeldoko dikorbankan atau menjadi korban? Jadi, kudeta partai ini, sebenarnya kepentingan siapa?
Senin, 1 Maret 2021 12:03 WIB
Sikap Tak Sopan Netizen +62, Siapa yang Harus Memutus Mata Rantainya?
Dibaca : 837 kali
Kini, image dunia pun sudah tentu berubah. Indonesia yang selama puluhan tahun menjadi bangsa yang ramah, berubah menjadi bangsa yang kasar di medsos dan medol (media online). Beginilah risikonya, bila pendidikan yang terus terpuruk malah diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka negara pun terus menerima akibat dari kualitas masyarakatnya yang terus bermasalah dalam kecerdasan intelegensi dan personaliti. Sebab, orang yang cerdas intelegensi dan personality, marahnya malah tidak perlu sampai bersuara dan mengeluarkan kata-kata. Cukup dengan diam, maka orang yang sedang kena marah dan juga sama-sama cerdas intelegensi dan personality akan tahu dan paham bila sedang kena marah.
Rabu, 24 Februari 2021 07:12 WIB
Segudang Alasan Mengapa Vietnam Seksi di Mata Investor
Dibaca : 682 kali
Indonesia kembali harus mengakui kekuatan negara Asia sejahwatnya, Vietnam. Sebab, pada Februari 2021 lalu Indonesia merencanakan untuk bernegosiasi dengan pihak Tesla Inc untuk pembangunan pabrik baterai di Batang. Namun sayang seribu sayang, rencana tersebut harus kandas.
Sabtu, 13 Februari 2021 18:57 WIB
Menerka di Balik Maksud Presiden Jokowi Meminta Rakyat Aktif Mengkritik
Dibaca : 1.255 kali
Permintaan Jokowi agar rakyat aktif mengkritik pemerintah dianggap pepesan kosong. Sebab sepanjang pemerintahannya, berbagai pihak telah gencar mengeluarkan kritik dalam berbagai bentuk. Dari yang bicara langsung ke Istana Negara hingga aksi-aksi demonstrasi mahasiswa dan rakyat. Bukannya ditanggapi tapi demonstran malah disambut gas air mata, pentungan, dan ditangkapi. Jadi ada apa di balik pernyataan presiden itu?
Senin, 8 Februari 2021 05:46 WIB
Nikel Menjadi Lembaran Baru Bagi Indonesia
Dibaca : 1.253 kali
Indonesia tidak ingin mengulang kesalahan di masa lalu yang berawal dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Berawal dari industri nikel yang terus menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan perekonomian, ya, nikel menjadi lembaran baru bagi Indonesia.
5 hari lalu
Politik Zaman Now dan Era Perjuangan [2]: Apa yang Diimajinasikan Politisi Masa Kini?
Dibaca : 676 kali
Bagaimana para pemimpin mengimajinasikan Republik ini 25 tahun mendatang? Jangan-jangan, dalam hal mengimajinasikan masa depan negerinya sendiri, kita tertinggal jauh dibandingkan dengan para perintis dan pejuang Republik puluhan tahun yang silam.
2 hari lalu
Kemanusiaanlah Korban Sejati Ledakan Bom
Dibaca : 435 kali
Ketika manusia diperintahkan untuk beriktiar memulihkan fitrah kemanusiannya, pelaku bom justru berusaha keras menumpulkan nuraninya. Sebelum beraksi, ia telah membungkam kemanusiaannya sendiri, ia lebih dulu mematikan nuraninya, ia menumpas fitrahnya hingga ia tidak menyadari siapa dirinya.
3 hari lalu
Dapat Diskon 30 Persen, Pengecasan Kendaraan Listrik Lebih Hemat di Malam Hari
Dibaca : 405 kali
Penukaran baterai mungkin akan menjadi solusi kendaraan listrik. Sebab orang tidak punya waktu lama untuk mengecas saat siang hari. Konsep menukar baterai akan lebih mudah dijalankan. PLN akan membangun 65 stasiun pengisian kendaraan listrik umum tahun ini untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik.
1 hari lalu
Politik Masa Kini dan Zaman Perjuangan [3]: Etika Politik yang Dilupakan
Dibaca : 379 kali
Setelah mereka meraih kekuasaan politik, yang biasanya juga disusul dengan kekuasaan ekonomi, banyak politisi yang melupakan akar legitimasinya, yaitu rakyat. Mengabaikan suara rakyat merupakan wujud konkret kurangnya etika berpolitik--salah satu fondasi demokrasi yang diabaikan oleh politisi masa kini.
3 hari lalu
Langkah Cepat Pertamina Amankan Kilang Balongan
Dibaca : 267 kali
Keamanan di kilang telah dilakukan dengan baik sesuai SOP yang ada, namun kejadian seperti ini biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, misalnya petir atau bencana alam. Kebakaran di Kilang Balongan terjadi pada salah satu tangki di kilang minyak itu, yakni tangki P300G. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih terus dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut. Agar korban tidak bertambah, warga dicegah untuk mendekat lokasi kebakaran. Pertamina langsung melakukan pemblokiran jalan menuju lokasi kebakaran yang dibantu oleh TNI. Pertamina, meminta warga sekitar untuk tetap tenang, dan menjauh dari lokasi kebakaran. Terlihat kobaran api sangat besar dengan kepulan asap hitam yang membubung tinggi. Beberapa petugas pemadam gabungan berupaya memadamkan kobaran api itu.
4 hari lalu
10 Teknik Penenang Diri yang Efektif untuk Orang Dewasa
Dibaca : 215 kali
Tindakan menenangkan diri adalah bagian dari sifat manusia. Bayi pun sudah bisa mempraktikkan teknik menenangkan diri, caranya dengan mengisap ibu jari kita untuk menemukan kenyamanan. Sebagai orang dewasa ada teknik lain. Tapi intinya ini melibatkan pengalihan pikiran dan perhatian dari sumber kesusahan.