Dark/Light Mode
- Francesca Sofia Novello, Terkurung Di Kamar Hotel
- Elang Jawa Rombak Pasukan
- Patahkan Bhayangkara Solo FC 2-1, Persija Maju Ke Babak 8 Besar
- Polisi Datangi Rumah Perempuan Penyerang Mabes Polri
- Masyarakat Antusias Ikuti Program Vaksinasi Covid-19
Demokrat Doyannya Kibarkan Isu HAM
Kalau Biden Menang, Prabowo Wassalam?
RM.id Rakyat Merdeka - Seharian kemarin, mata dunia tertuju ke Amerika Serikat (AS). Warga dunia ikut penasaran siapa yang akan jadi Presiden AS periode 2020-2024. Apakah Trump lagi? Atau diganti Biden? Lalu, apa dampaknya bagi RI? Prof Tjipta Lesmana menilai, ada plus minus kedua capres ini bagi RI. Jika Trump menang, dia akan menyeret RI untuk konfrontasi dengan China. Jika Biden menang, bisa saja mempengaruhi kans Prabowo di Pilpres 2024. lho, kok bisa?
Sampai tadi malam, pukul 21.00 WiB, pemenang pilpres AS masih misterius. Electoral College (EC) yang diraih kedua capres, masih berkejaran. Jaraknya juga tipis. Trump raih 213. Biden dapat 238. Trump unggul di 23 negara bagian, terutama di negara bagian yang jadi kantong suara Partai Republik seperti Texas, Arkansas, Alabama, Florida, dan Oklahoma.
Berita Terkait : Pilpres Bikin Rakyat AS Cemas Dan Tegang
Sedangkan Biden unggul di 20 negara bagian. Negara-negara yang dimenangkan seperti California, New York, Delaware, Virginia, dan Washington DC.
Laporan terakhir, baru 43 negara bagian yang sudah mengumumkan hasil pilpres. Ada 7 negara bagian yang belum mengumumkan hasilnya. Ketujuh negara bagian itu; Alaska, Georgia, Michigan, Nevada, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin. Ada 87 Electoral College yang diperebutkan.
Berita Terkait : Trump Atau Biden Dijadikan Taruhan
Melihat perolehan suara seperti ini, publik di Amerika, juga di sini, sampai geleng-geleng kepala. Ini pilpres paling ketat dan menegangkan selama pesta demokrasi itu digelar di Negeri Paman Sam.
Ada banyak hal menarik. Menakjubkan. Juga menjengkelkan, dan menganehkan. Yang menarik, proses pemungutan suara di AS ini unik. Tak seperti di kita--yang sama-sama menganut paham demokrasi dan pemilu langsung.
Berita Terkait : Apakah Biden Sanggup Patahkan Kutukan Hillary?
Teknisnya, rakyat AS memilih dulu para wakilnya yang akan duduk di dua lembaga, yaitu DPR atau House of Representative dan Senat. Jumlah anggota DPR yang dipilih tiap negara bagian berbeda-beda, tergantung jumlah populasinya.
Selanjutnya