Mohon sampaikan saran Anda
Tolong beri tahu kami bila ada yang salah
Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.
Trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah alias trombosis di pembuluh darah vena. Kondisi ini biasanya terjadi di pembuluh darah vena yang terletak jauh di dalam otot kaki.
Gumpalan menyebabkan aliran darah melambat sehingga menyebabkan daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan sakit. Jika gumpalan tersebut bergerak ke paru-paru, Anda berisiko mengalami emboli paru (tersumbatnya pembuluh vena di paru-paru) dan menyebabkan masalah pernapasan serius.
Trombosis vena dalam dapat terjadi pada siapa pun. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun.
Selain itu, orang-orang yang secara fisik tidak aktif, ibu hamil, atau memiliki penyakit kelainan trombosit memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami pembekuan darah. Hal ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.
Hanya sekitar setengah dari orang yang mengalami DVT memiliki tanda-tanda dan gejala. Tanda-tanda dan gejala-gejala muncul pada kaki dipengaruhi oleh gumpalan yang terdapat di dalam vena. Secara umum, tanda dan gejala trombosis vena dalam (DVT) adalah:
Beberapa orang tidak menyadari adanya gumpalan pada vena dalam sampai mereka memiliki tanda-tanda dan gejala emboli paru, seperti:
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala dari penyumbatan pembuluh darah atau DVT, hubungi dokter Anda. Tidak hanya itu, jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala emboli paru, segeralah cari perawatan medis
Berbagai penyebab deep vein thrombosis adalah:
Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini. Semakin banyak faktor-faktor yang Anda miliki, semakin besar pula risiko Anda mengalami DVT.
Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena penyakit atau kondisi kesehatan tersebut. Faktor risiko hanya dapat memperbesar peluang Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu.
Faktor risiko yang bisa berpotensi menjadi dari DVT atau trombosis vena dalam adalah:
Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, trombosis vena dalam atau DVT bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih parah.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, terdapat 2 komplikasi akibat trombosis vena dalam yang mungkin terjadi:
Emboli paru terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat oleh gumpalan darah. Gumpalan darah tersebut biasanya berpindah dari bagian lain tubuh Anda menuju paru-paru.
Komplikasi ini dapat mengancam nyawa karena bisa memicu gejala-gejala seperti sesak napas, batuk berdarah, nyeri dada, dan denyut nadi bertambah cepat.
Sindrom postphlebitic adalah komplikasi DVT yang disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh vena. Kerusakan tersebut dapat mengurangi aliran darah pada area tubuh yang terdampak. Akibatnya, penumpukan cairan (edema) yang menimbulkan pembengkakan dapat terjadi.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Dokter Anda akan menentukan pilihan pengobatan yang terbaik dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi deep vein thrombosis adalah:
Untuk dapat mendiagnosis trombosis vena dalam, dokter akan bertanya tentang gejala dan melakukan pemeriksaan. Jika diduga terjadi deep vein thrombosis, dokter mungkin merekomendasikan tes lagi untuk memastikan diagnosis.
Beberapa tes yang biasanya dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis DVT adalah:
Dalam kasus yang jarang terjadi ketika diagnosis dicurigai tapi USG dan tes darah tidak dapat disimpulkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan rontgen khusus (venography) di mana pewarna disuntikkan ke pembuluh darah untuk melihat apakah ada bekuan yang menghalangi aliran darah.
Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi deep vein thrombosis adalah:
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Ferri, F., Netter, F., Machado, C., & Craig, J. (2012). Ferri’s Netter patient advisor (p. 25).
Porter, R. S., Kaplan, J. L., Homeier, B. P., & Albert, R. K. (2009). The Merck manual home health handbook. Whitehouse Station, NJ, Merck Research Laboratories. (p. 433).
Deep vein thrombosis (DVT) – Mayo Clinic. (2018). Retrieved August 12, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/deep-vein-thrombosis/symptoms-causes/syc-20352557
Venous Thromboembolism – National Heart, Lung, and Blood Institute. (n.d.). Retrieved August 12, 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/venous-thromboembolism
Deep Vein Thrombosis (DVT) – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved August 12, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16911-deep-vein-thrombosis-dvt
DVT (deep vein thrombosis) – National Health Service. (2019). Retrieved August 12, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/deep-vein-thrombosis-dvt/
Deep Vein Thrombosis – MedlinePlus. (n.d.). Retrieved August 12, 2020, from https://medlineplus.gov/deepveinthrombosis.html
International Normalized Ratio – University of Rochester Medical Center. (n.d.). Retrieved August 12, 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=international_normalized_ratio