Pemimpin negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini juga membuka opsi melarang kelompok Front Pembela Islam (FPI) selam lima tahun masa kepemimpinannya ke depan.
Undangan untuk Trump agar mengunjungi Indonesia itu disampaikan Jokowi yang melayani wawancara jurnalis The Associated Press pada hari Jumat.
"Dengan senang hati pemerintah mengundang Trump untuk mengunjungi Indonesia," kata Presiden Jokowi. Mantan wali kota Surakarta dan mantan gubernur DKI Jakarta ini yakin masyarakat Indonesia juga akan menyambut Trump jika pemimpin Amerika itu bersedia berkunjung.
Baca Juga:
Indonesia memiliki hampir 270 juta orang dan sekitar 90 persennya adalah Muslim. Jokowi terpilih kembali dalam pemilihan presiden pada bulan April lalu dan menjanjikan reformasi besar-besaran untuk menarik lebih banyak investasi asing.
Dalam wawancara dengan media Amerika itu, Presiden Jokowi mengatakan bisa saja dia melarang kelompok Front Pembela Islam selama masa lima tahun kepemimpinannya ke depan.
"Larangan itu mungkin, jika pemerintah meninjau dari sudut pandang keamanan dan ideologi menunjukkan bahwa mereka tidak sejalan dengan bangsa," kata Jokowi.
Pemerintah Jokowi di periode sebelumnya atau pada 2017 lalu melarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebuah kelompok yang berkampanye untuk kekhalifahan global.