Mahathir, yang menjabat sebagai PM Malaysia dua kali selama total 24 tahun, mengatakan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron "tidak menunjukkan bahwa dia beradab", seraya menambahkan bahwa dia "sangat primitif".
"Prancis harus mengajari orang-orangnya untuk menghargai perasaan orang lain. Karena Anda telah menyalahkan semua Muslim dan agama Muslim atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, maka Muslim berhak menghukum orang Prancis," ujar Mahathir.
Mahathir tidak merujuk langsung ke serangan di Nice.
(ita/ita)